oleh : Herri Permana
Banyak diantara kita sering mendengar tentang Infak dan Sedekah . Akan tetapi tahukan anda perbedaan antara keduanya? Berikut pembahasannya
Perbedaan Infak dan Sedekah
Infak
Infak artinya mengeluarkan sebagian dari harta atau penghasilan yang kita punya. Biasanya infak berkaitan dengan materi atau uang. Terus infak juga berkaitan dengan sesuatu yang biasanya diperintahkan dalam agama seperti menyantuni fakir miskin dan anak yatim.
Selain itu Infak seperti juga zakat hanya khusus diberikan untuk manusia atau keperluan manusia.Infak hukumnya ada yang wajib, ada yang sunah. Yang wajib diantaranya kafarat, fidyah , nazar, zakat, dll. Sedangkan yang sunah diantaranya infak kepada fakir miskin, anak yatim, korban bencana, dan lainnya.Perbedaannya dengan zakat adalah zakat ditunaikan dengan takaran atau nisab, tidak demikian dengan infak.
Dengan berinfak, kita bisa dapat pahala yang besar dan tidak akan terputus. Apalagi kalo kita melakukannya dengan ikhlas dan sukarela.
Sedekah
Beda sama infak, kalo sedekah ini artinya memberi sesuatu yang disunahkan. Bentuknya bisa banyak, tapi lebih sering non materi. Misalnya kayak menolong orang lain, mengirim makanan ke panti asuhan atau menyingkirkan benda yang bisa membahayakan orang lain. Bahkan senyum aja bisa dihitung sedekah lho.
Berbeda dengan infak , sedekah cakupannya bisa lebih luas misalnya pada binatang, menanam pohon , membersihkan jalan lingkungan dll
Bersedekah juga bisa mendatangkan pahala yang besar dari Allah, dengan catatan kita melakukannya dengan niat yang baik dan penuh keikhlasan.
Ayat Al Quran yang membahas tentang infak dan sedekah
Selain mengetahui apa perbedaan infak dan sedekah dalam agama Islam, kamu juga perlu tau nih beberapa ayat Al Quran yang membahas tetang infak dan sedekah. Biar tambah yakin dalam menjalani amalan ini ya.
Ayat Al Quran tentang berinfak
“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan,” (Qs. Ali ‘Imran 3 : 133-134).
“Hai orang-orang yang beriman, belanjakanlah (di jalan Allah) sebagian dari rezeki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang hari yang pada hari itu tidak ada lagi jual beli dan tidak ada lagi syafaat. Dan orang-orang kafir itulah orang-orang yang zalim,” (QS. Al-Baqarah 2 : 254).
“Bagi orang laki-laki ada hak bagian dari harta peninggalan ibu-bapak dan kerabatnya, dan bagi orang wanita ada hak bagian (pula) dari harta peninggalan ibu-bapak dan kerabatnya, baik sedikit atau banyak menurut bagian yang telah ditetapkan. Dan apabila sewaktu pembagian itu hadir kerabat, anak yatim dan orang miskin, maka berilah mereka dari harta itu (sekedarnya) dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang baik,” (QS. An-Nisaa’ 4 : 7-8).
Ayat Al Quran tentang bersedekah
“Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma’ruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Dan barang siapa yang berbuat demikian karena mencari keridaan Allah, maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar,” (QS. An-Nisaa’ 4 : 114).
“Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu, dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Baqarah 2 : 271).
“Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan si penerima). Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun.” (QS. Al-Baqarah 2 : 263).
Nah jadi itu tadi, sedikit penjelasan tentang apa perbedaan infak dan sedekah dalam agama Islam. Mulai sekarang jangan ragu lagi untuk menjalankan amalan baik ini ya. Mari kita semangat cari pahala.
Bandung , 23 November 2022
Penulis adalah Ketua Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Samiyah Amal Insani , Panti Asuhan di Bandung




