Ada sejumlah syarat masuk panti asuhan yang harus dipenuhi ketika seorang anak hendak masuk panti asuhan di Bandung , Samiyah Amal Insani Namun, sebelum kita membahas tentang hal itu, ada baiknya jika mengenal definisi dari kata panti itu sendiri. Panti atau yang biasa dikenal dengan nama panti asuhan adalah suatu lembaga kesejahteraan sosial yang memiliki tanggung jawab khusus di dalamnya.
Tanggung jawab yang dimiliki lembaga ini bertujuan untuk memberikan pelayanan kesejahteraan sosial pada anak-anak yang terlantar, dengan melakukan aktivitas penyantunan dan pengentasan anak-anak terlantar tersebut. Selain memiliki tanggung jawab dalam hal itu, sebuah panti sebenarnya juga memiliki tanggung jawab yang lainnya.
Memberikan pelayanan pengganti orang tua atau wali anak dalam memenuhi kebutuhan fisik, mental, hingga sosial kepada anak asuh juga menjadi tanggung jawab bagi sebuah panti asuhan. Oleh karena itu, anak-anak yang ada di panti asuhan ini tetap bisa mendapatkan kesempatan yang luas untuk berkembang dan pengembangan kepribadian yang baik.
Persyaratan Anak Masuk Panti Asuhan
Salah satu langkah yang harus dilakukan sebelum seorang anak masuk panti asuhan adalah melengkapi beberapa persyaratan yang ditetapkan oleh pihak panti asuhan di Bandung , Samiyah Amal Insani . Untuk itu, Anda harus mengetahui apa saja jenis persyaratan yang harus dipenuhi dan dilengkapi tersebut. Berikut adalah beberapa persyaratan untuk anak-anak yang akan masuk panti asuhan:
Syarat Masuk Panti Asuhan
- Anak-anak yatim, piatu, atau yatim piatu, korban bencana alam, korban perceraian orang tuanya (broken home), memiliki ekonomi yang lemah, tinggal di daerah pertikaian, dan kondisi-kondisi seperti ini lainnya serta usianya di bawah 13 tahun.
- Bagi anak-anak yang masih memiliki wali, mereka wajib menandatangani Surat Penyerahan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) di atas materai.
- Menyerahkan fotokopi akta lahir dan Kartu Keluarga (KK) atau surat kenal lahir bagi anak-anak yang belum memilikinya. Nantinya, pihak yayasan siap membantu untuk mengurus surat-surat tersebut.
- Pihak panti asuhan atau yayasan siap bertanggung jawab penuh atas biaya, pendidikan, dan keperluan sehari-hari yang dibutuhkan oleh setiap anak. Dalam hal ini, mereka akan bertanggung jawab atas pendidikan anak hingga SMA/SMK atau bahkan sampai lulus kuliah.
- Pihak keluarga bersedia menerima kembali apabila pihak pengelola yayasan menganggap anak itu tidak mampu dididik dengan aturan yang ada di dalam yayasan.
- Pihak keluarga bersedia menerima kembali apabila anak itu telah menyelesaikan pendidikannya dan dianggap telah mandiri.
Beberapa persyaratan ini harus dipenuhi oleh setiap anak yang akan masuk ke panti asuhan di Bandung yang bernaung di bawah Yayasan Samiyah Amal Insani. Jadi, pihak orang tua, keluarga, maupun wali dari anak tersebut harus memperhatikan beberapa persyaratan ini dengan sebaik mungkin.
Tujuan dan Fungsi Panti Asuhan
Berdasarkan pernyataan Departemen Sosial Republik Indonesia tahun 1997, panti asuhan akan memiliki tujuan dan fungsi tersendiri yang sangat mulia. Hal ini terjadi bukan tanpa alasan mengingat panti asuhan itu sendiri adalah lembaga kesejahteraan sosial anak yang siap memenuhi kebutuhan anak dengan selengkap mungkin. Tak perlu membahas lain halnya lagi, berikut adalah beberapa tujuan dan fungsi dari panti asuhan:
1.     Tujuan Panti Asuhan
Kami akan membahas tentang tujuan dari panti asuhan terlebih dahulu, dan beberapa tujuannya adalah:
- Memberikan pelayanan kepada anak-anak terlantar dengan membantu dan membimbing mereka ke arah perkembangan pribadi yang wajar dan memiliki keterampilan kerja yang andal.
- Membantu anak untuk bisa hidup dengan layak dan penuh tanggung jawab, baik terhadap dirinya sendiri maupun terhadap keluarga serta masyarakat lainnya.
- Penyelenggara pelayanan kesejahteraan sosial anak di panti asuhan, sehingga dapat membentuk kepribadian yang lebih matang dan berdedikasi pada diri anak-anak.
- Memberikan pelayanan, bimbingan, dan keterampilan kepada anak asuh, sehingga mereka bisa tumbuh menjadi manusia yang lebih berkualitas.
2.     Fungsi Panti Asuhan
Jika penjelasan di atas berkaitan dengan tujuan pembangunan panti asuhan, untuk informasi di bawah ini akan berkaitan dengan fungsi dari panti asuhan itu sendiri, yaitu:
- Pusat pelayanan kesejahteraan sosial dengan melakukan pemulihan, perlindungan, pengembangan, dan pencegahan tertentu.
- Pusat data dan informasi serta konsultasi kesejahteraan sosial anak-anak terlantar.
- Pusat pengembangan keterampilan yang bisa menjadi fungsi penunjang. Dalam arti lainnya, panti asuhan bisa menjadi lembaga yang melaksanakan fungsi keluarga dan masyarakat, sehingga anak-anak bisa tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik lagi.
Fasilitas yang Tersedia di Panti Asuhan
Sebuah yayasan atau panti asuhan harus dilengkapi dengan beragam jenis fasilitas yang dapat mendukung perkembangan ilmu dan karakter dalam diri masing-masing anak. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika di dalam panti akan tersedia begitu banyak fasilitas yang cukup menarik, dan beberapa di antaranya adalah:
1.     Kantin atau Tempat Makan
Setiap panti asuhan di Indonesia pasti dilengkapi dengan fasilitas kantin atau tempat makan dengan ukuran yang cukup luas. Dengan adanya fasilitas yang satu ini, anak-anak jadi bisa menghabiskan waktu makannya bersama-sama. Selain dilengkapi dengan beberapa kursi dan meja yang kokoh, fasilitas ini juga didukung dengan dapur yang bersih dan luas.
Dapur ini akan dilengkapi dengan alat-alat masak yang modern, sehingga fasilitas ini dapat mendukung kegiatan di dapur dengan sangat baik. Biasanya, pihak yayasan akan memberikan jadwal menu khusus di setiap pekan. Jadi, anak-anak tidak akan mudah merasa bosan dengan menu makannya tersebut.
2.     Kamar dan Peralatan Lengkap di Dalamnya
Tentu sebuah panti asuhan akan dilengkapi dengan fasilitas kamar yang memadai. Sebagian besar panti asuhan di Indonesia akan menggunakan kasur tingkat, agar bisa menghemat ruang yang ada di kamar tersebut. Selain itu, kasur tingkat ini juga dapat memberikan kebahagiaan tersendiri bagi anak-anak yang menempatinya.
Umumnya, pihak yayasan akan memisahkan kamar anak perempuan dan kamar anak laki-laki. Meski begitu, untuk ukurannya sendiri tidak akan jauh berbeda. Jadi, anak-anak akan merasa diperlakukan dengan adil dan hal ini juga dapat membuat mereka lebih akur.
3.     Ruang Belajar
Salah satu tanggung jawab yang dimiliki sebuah panti asuhan adalah memenuhi kebutuhan pendidikan anak hingga duduk di bangku SMA/SMK atau bahkan kuliah. Oleh karena itu, panti asuhan juga harus dilengkapi dengan ruang belajar yang nyaman, aman, dan luas. Ruang belajar ini akan dilengkapi dengan alat-alat penunjang proses pembelajaran yang layak untuk dipakai, seperti papan tulis, spidol, meja belajar, buku sumber, dan lain sebagainya.
4.     Ruang Bermain
Anak-anak tidak hanya perlu belajar, tapi mereka juga membutuhkan waktu untuk bermain bersama dengan teman-temannya. Jadi, tidak mengherankan jika yayasan di Indonesia juga menyediakan ruang bermain untuk anak-anak asuhnya. Dengan begitu, mereka bisa lebih merasa nyaman untuk tinggal di panti.
Bagi para orang tua maupun individu tertentu yang berniat untuk menitipkan anaknya di Panti Asuhan di Bandung yang bernaung di bawah Yayasan Samiyah Amal Insani, mereka wajib mempelajari beberapa syarat masuk panti asuhan yang ada di atas terlebih dahulu. Beberapa persyaratan anak masuk panti ini harus dilengkapi dengan sebaik mungkin, agar pihak panti dapat menerima anak Anda.




