Hizib Nashar

hizib nashar

 

oleh : Herri Permana

 

Hizib yang dapat dikatakan populer sekaligus telah  dikenal oleh masyarakat yang luas yaitu Hizib Nashar salah satunya. Hizib yang merupakan wirid yang istiqamah yang telah  diamalkan oleh para penganut tarekat Qadiriah serta Syadziliyah. Hal tersebut tidak terlepas dari kontribusi besar oleh penyusun dari hizib satu ini yang juga telah menjadi panutan pada  tarekat Syadziliyah, yaitu  Wali Qutb Syekh Abi Hasan as-Syadzili.

 

Hizib Nashar telah dikenal sebagai bacaan hizib yang memiliki faedah guna menangkal ‘serangan’ yang dilakukan oleh musuh yang merasa iri hati dengan perjuangan serta pencapaian yang telah diraih oleh seseorang. Hal tersebut seperti yang telah dijelaskan dalam bacaan berikut:   وهو حزب مشهور ومعروف بعظمته بالإنتصار على الخصوم والأعداء حتى لا يبقى منهم ولا يذر ويسميه البعض حزب القهر لشدة ما يفعله بالعدو   “Hizib ini merupakan hizib yang telah terbukti masyhur sekaligus Hizib yang terkenal dengan keagungan yang luar biasa guna menolong seorang yang membacanya atau mwngamalkannya untuk mengalahkan para musuh, hingga musuh tersebut menjadi rata dan tidak tersisa sama sekali.

 

Hizib yang satu ini juga dinamakan dengan hizib penakluk atau dikenal dengan al-qah, karena telah mempunyai efek sangat besar dalam penaklukkan hizib ini terhadap para musuh” (Sayyid Mukhlif Yahya al-‘Ali al-Hudzaifi al-Husaini, al-Kunuz an-Nuraniyah, halaman. 366).

 

Dengan mengamalkan Hizib Nashar ditegaskan harus sangat berhati-hati, terutama pada saat seorang meniatkan wirid ini untuk seseorang yang telah dianggap sebagai musuh oleh orang yang merupakan pengamal dari  Hizib Nashar.

 

Jangan sampai musuh yang telah di incar adalah mereka yang merupakan orang yang hanya sebatas tidak disuka karena hanya alasan yang memiliki

Sifat personal (Hadzzin Nafsi). Sebab, jika demikian maksud dan tujuannya maka dampak dari bacaan hizib ini akan menyerang balik kepada orang yang mengamalkannya

 

Hal tersebut seperti yang telab ada atau telah disinggung didalam kitab yang memiliki nama al-Mafakhir al-‘Aliyah fi al-Ma’atsir as-Syadziliyah:

 

وقد ذكر بعض العارفين أنها جربت مرارا وأهلك الله بها أفرادا من الجبابرة المتمردين والظلمة الباغين ، وإياك والدعاء على من لم يستحق بالوجه الشرعي فتدعو عليه لحظ نفس فيرجع وبال الدعاء عليك -وقد يدعي بها على الأعداء الباطنة المانعة من سبيل الرشاد السالكة سبيل المخالفة والعناد ، فيقصدهم في الدعوة وعند ذكر الأعداء، فافهم هذا التنبيه

 

“Sebagian dari mereka yang merupakan seseorang yang bijak sekaligus merupakan orang yang arif telah memberitahukan secara sangat jelas,  bahwasannya Hizib Nashar telah terbukti sangat mujarab. Dengan memanfaatkan atau menggunakan perantara dari Hizib Nashar, maka Allah SWT akan menghancurkan suatu kaum dimana para kaum tersebut merupakan mereka manusia yang terlalu sewenang-wenang serta durhaka dan para mereka yang merupakan orang – orang dengan kezalimannya yang telah kelewatan batas”

 

Kalian yang merupakan para pengamal Hizib ini sangat tidak dianjurkan untuk menggunakan doa ini untuk menyerang orang yang tidak mempunyai hak syara’, maka doa tersebut hanya bersifat menguntungkan diri sendiri dan akibatnya adalah akan kembali pada engkau (si pengamalnya) sendiri. Doa ini terkadang pula ditujukan atas musuh dimana para mereka yang memiliki wujud samar (Jin, Setan) yang menghalangi dari jalan petunjuk serta merambah jalan yang memyimpang dan menyeleweng dari syara yang telah ditentukan.

 

Maka seseorang dapat menujukan pada mereka yang merupakan musuh yang yang memilki sifat samar saat berdoa dengan menggunakan hizib nashr ini serta tatkala dengan mengucapkan juga kata al-A’da’ (musuh) yang terdapat pada Hizib Nashar. Maka diharuskan untuk supaya memahami keterangan yang sangat penting ini ” (Syekh Ahmad bin Muhammad bin ‘Ibad al-Mahalli, al-Mafakhir al-‘Aliyah fi al-Ma’atsir as-Syadziliyah, halaman. 213, Cetakan. Al-Maktabah al-Azhariyah li at-Turats).

 

Para musuh yang harus dibentengi dengan membaca hizib ini semestinya adalah mereka yang menghalau perjuangan kaum Islam dalam berdakwah untuk menegakan ajaran Agama Islam serta  dalam melaksanakan kewajiban syara’. Entah itu merupakan musuh yang memiliki sifat dzahir, seperti contoh adalah manusia atau para musuh yang memiliki sifat samar yaitu sepertixontoh adalah jin serta  setan.   Syarat paling utama didalam mengamalkan atau  membaca hizib ini yaitu harus membaca terlebih dahulu bacaan yang berbunyi “Hasbunallahu wa Ni’mal Wakil” dengan banyak 450 kali, lalu berikutnya adalah membaca Hizib Nashar

 

Disamping dari hal yang telah dibahas atau telah dijelaskan diatas, didalam membaca Hizib Nashar harus dilakukan secara khusyu’ serta diharuskan untuk rendah diri saat sekaligus dengan menghadirkan maksud serta  tujuan yang dimaksud pada saat masuk pada pertengahan didalam membaca hizib.

 

 

Sedangkan cara dan aturan untuk dapat mengamalkan Hizib Nashar yaitu dapat diamalkan dengan beberapa cara, dapat dilakikan sesuai dengan petunjuk dari mereka yang merupakan orang yang telah mengijazahkan Hizib Nashr ini  (mujiz). Contohnya sebagai berikut ini:   Pertama, Dibaca seperti didalam membaca wirid yang biasa dilakukan sehari-hari dengan membacanya pada  saat pagi serta sore hari. Cara tersbut adalah pada saat pagi hari bacalah “Hasbunallahu wa Ni’mal Wakil” 450 kali, selanjutnya setelah itu bacalah doa hizib tersebut sebanyak tiga kali atau bisa juga satu kali. Begitu juga pada saat sore hari.

 

Kedua, Wirid tersebut juga bisa dapat digunakan untuk mendatangkan kewibawaan pada pengamalnya dengan melakukan tatacara yang akan dijelaskan berikut ini, setiap selesai melaksanakan shalat lima waktu bacalah “Hasbunallahu wa Ni’mal Wakil” 450 kali, setelah hal tersebut dilakukan maka bacalah hizib ini dengan sebanyak tiga kali. Membaca dengan cara tersebut haruslah dilakukan dengan cara yang istiqamah.

 

Ketiga, bagi seseorang yang telah dikuasai atau dikelilingi oleh para musuh atau dikelilingi oleh orang – orang yang saat itu telah menzaliminya, maka hizib yang satu ini dapat juga diamalkan dengan tatacara yang akan dijelaskan berikut ini, sesudah melaksanakan shalat isya’, berwudlu serta berdiri kembali untuk melaksanakan shalat hajat yang dilakukannya yaitu dengan dua rakaat.

 

Setelah hal itu lalu para pengamal hizib ini harus membaca kalimat “Hasbunallahu wa Ni’mal Wakil” 450 kali dan setelah itu membaca hizib ini dengaan dibacanya sebanyak tujuh kali didalam satu kali duduk. Pengamalan terssebut terus dilakukan secara rutin pada setiap malam, Insya Allah atas ixin dari  Allah SWT orang yang mengamalkan akan dibebaskan dari belenggu para musuh.   Semoga umat Islam dapat stiqamah didalam mengamalkan hizib ini dengan cara khusyuk, sehingga para Umat Islam mendapatkan faedah dari hizib yang satu ini sekalitgus dikaruniai barokah dari penyusun dari Hizib Nashar. Amin

 

Sekiranya itulah ulasan yang dapat disampaikan mengenai Hizib Nashr semoga dapat bermanfaat guna memperoleh wawasan baru dan dapat membantu Kalian yang ingin menggunakam Hizib Nashr untuk diamalkan secara tidak menyeleweng supaya tidak menjadi boomerang bagi diri sendiri.

 

 

Bandung, 01 Februari 2023

 

Penulis adalah Ketua Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Samiyah Amal Insani , Panti Asuhan di Bandung

 

Back to Article

Donasi Yuk
1