Kitab Bidayatul Hidayah

bidayatul hidayah

oleh : Herri Permana

Kitab Bidayatul Hidayah merupakan salah satu karangan dari Imam Hujjatul Islam Al-Ghazali r.a. Imam Al-Ghazali mempunyai nama lengkap yaitu Abu Hamid Muhammad bin Muhammad bin Ta’us Ath-thusi Asy-Syafi’I Al-Ghazali. Beliau lebih dikenal dengan sebutan Al-Ghazali. Kitab ini merupakan salah satu kitab fenomemal dan banyak dikenal oleh banyak orang terlebih bagi kaum pesantren. Untuk isinya sendiri akan dijelaskan dibawah ini. Namum sebelum melanjutkan pembahasan alangkah baiknya mengenal sejarah singkat mengenai biografi singkat penulisnya yaitu Imam Ghazali.

 

 

Biografi Singkat

 

Al-Ghazali dilahirkan dii Thus, Iran, pada 450 H / 1058 yang mempunyai nama asli yaitu Abu Hamid Muhammad bin Muhammad bin Muhammad bin Ahmad Ath-Thus. Sedari kecil Beliau telah menjadi anak yatim karena telah ditinggal oleh ayahnya. Akan tetapi sebelum meninggal, Sang ayah telah menitipkannya pada salah satu sahabatnya supaya dapat mengurus pendidikannya.

 

Al-Ghazali sendiri merupakan salah satu manusia yang  cukup beruntung, hal tersebut dikarenakan dia telah berada pada wilayah yang saat itu ditinggali banyak para penyair, para penulis, sekaligus para pakar atau ahli agama Islam. Imam Al-Ghazali adalah seorang yang sangat cinta dengan yang namanya ilmu pengetahuan sehingga Beliau rela untuk meninggalkan kehidupan duniawinya. Semasa hidupnya Beliau gemar mengembara guna mencari ilmu. Pada usia senja, Imam Al-Ghazali memutuskan untuk pulang ke Thus dan mendirikan sekolah yang berlokasi di samping rumahnya.

 

Beliau sekaligus telah membangun asrama yang diperuntukan bagi murid-muridnya yang menpuh ilmu di sekolahnya. Al-Ghazali telah menikmati hari tuanya dengan selalu membaca Al Quran, berinteraksindan berkumpul dengan ahli ibadah, serta membimbing atau mengajar para penggali ilmu.Imam Al-Ghazali wafat pada tahun 1111 dalam usianya yang berumur 58 tahun.

 

Kitab Bidayatul Hidayah

 

Sejalan dengan arti dari namanya, Bidayatul Hidayah, merupakan semacam pedoman hidup yang isinya membahas mengenai permulaan atau Bidayah serta  akan berakhir dengan petunjuk tau hidayah

 

Isi dalam kitab ini  Imam Al-Ghazali telah menggaris bawahi hal mengenai beberapa kumpulan amalan harian yang seharusnya dilakuka setiap hari serta adab-adab yang seharusnya diterapkan guna menjalankan amal dan ibadah, Supaya ibadah tersebut dapat terlaksana secara dengan baik, mempunyai arti dan juga memberi kesan yang dalam.

 

Disamping daripada hal tersebut,  Beliau juga menyebutkan mengenai adab-adab pergaulan seseorang manusia dengan Tuhan yang merupakan pencipta dunia beserta isinya serta bagaiman adab dalam pergaulan dengan semua lingkup pada masyarakat pux yang ditemui disekelilingnya. Dari hal tersebutlah, Kitab ini mempunyai pembahasan utama yang terdapat pada tiga bagian, yakni adab untuk taat kepada Allah, taat dalam meninggalkan maksiat, serta  bagian yang terakhir yaitu membahas tentang muamalat atau pembahasan tentang adab pergaulan manusia dengan tuhannya dan manusia dengan sesamanya.

 

Rincian dari tiga bagian tersebut adalah pembahasan tentang taat, yang diantaranya adalah berisi tentang adab manusia sebagai hamba dalam rutinitas kehidupan sehari – hari. Pada bagian ini Imam Ghazali mengawali pembahasan dengan pasal adab disaat bangun tidur yang mungkin sering diabaikan oleh manusia.  Tidak hanya itu, Imam Ghazali juga membahas mengenai adab masuk kamar mandi, adab dalam wudhu, adab didalam mandi serta tayammum, adab menuju ke masjid, adab mengenai pelerjaan setelah maghrib hinggq sampai sore, adam dalam membaca sholawat, adab dalam tidur, adab didalam sholat, adab saat hari jumat dan pembahasam terakhir merupakan adab puasa.

 

Mungkin pada pembahasan kitab yang terdapat pada bagian pertama jarang seserorang yang mengamalkan serta mempraktikannya, bahkan banyak yang menyepelekannya. Akan tetapi, isi dalam pembahasan tersebut merupakan adab paling penting bagi umat manusia dan Imam Ghazali telah ikhlas dalam menerangkan pada bagian tersebut yang merupakan adab dari awal bangun tidur hingga sampai dengan tidur kembali.

 

 

Selanjutnya pada bagian kitab yang kedua, Kitab ini isinya membahas mengenai hal-hal yang berkaitan dengan maksiat sekaligus dibahasnya juga mengenai tata cara supaya dapat menghindarinya. Yang beberapa didalam bahasannya berisi mengenai tata cara menjaga anggota tubuh dari perlakuan atau perbuatan maksiat.  Seperti hal, menjaga mata dari suatu hal.yang tidak seharusnya untuk dilihat, menjaga telinga supaya dapat menghindarkan diri kita untuk mengetahui aib seseorang dari yang telah dibicarakan orang lain, menjaga lisan dari delapan permasalahan, menjaga perut supaya tidak dihinggapi penyakit, menjaga kemaluan dari sesuatu yang telah diharamkan oleh Islam, menjaga dengan baik kedua tangan supaya tidak digunakan untuk menyakiti seseorang serta yang terakhir yaitu menjaga kedua kaki supaya tidak berjalan menuju hal yang maksiat.

 

Pada bagian yang terakhir, kitab ini membahas mengenai adab didalam interaksi, baik interaksi dengan sang pencipta ataupun dengan sesama manusia. Seperti adab bagi seorang guru, adab bagi seorang penuntut ilmu, adab anak kepada kedua orang tuanya.  Dalam pembahasan ini merupakan paling detail serta paling rinci, bahkan akan ditemui oleh pembaca seperti pembahsan mengenai adab bertengkar dengan sesama manusia.  Bahkan Imam Ghazali menunjukan penjelasan mengenai seorang teman yang baik sekaligus membahas mengenai hak bagi seorang teman.

 

Kitab satu ini telah banyak sekali memberikan faedah sekakigus arahan bagi setiap manusia yang mentelaahnya dengan diiringi niat yang ikhlas untuk mengamalkan isi serta kandungannya. Faedah sekaligus manfaatnya telah jelas dan tidak

Perlu diragukan lagi. Kitab ini juga dapat dibilang sebagai kitab yang fenomenal sekaligus sangat penting untuk dapat dikaji dan digunakan sebagai rujukan didalam melaksanakan aktifitas syariat didalam melakukan aktivitas sehari – hari. Lewat isi dalam kitab ini juga Imam Al-Ghazali telah memberi banyak bimbingan kepada manusia supaya agar menjadikan manusia tersebut menjadi orang yang baik sekaligus utuh menurut sudut pandangan Tuhan yang maha Esa ataupun pada sudut pandangan manusia.

 

Karena dalam isi yang ada dildalam kitab ini membahas mengenai petunjuk-petunjuk dalam mempraktikan ketaatan, menghindari atau menjauhi maksiat serta menghilangkan tuntas segal penyakit yang terdapat pada hati, dan juga mampu membuat manusia untuk dapat membersihkan jiwa supaya manusia tersebut bisa mendapatkan ridho dari Allah SWT dan dapat selamat dalam dunia serta akhirat.

 

Kitab yang fenomenal yang satu ini juga sangatlah cocok dikaji bagi semua kalangan, entah itu dari kalangan orang umum maupun bagi kalangan kaum terpelajar.Isi pembahasan pada kitab ini terbilang sangat sederhanya dan berkaitan erat dengan berbagai tata cara manusia didalam hidup sehari – harinya.

 

Bagi orang yang merupakan kalangan awam pastinya kitab bidayatul hidayah ini merupakan wawasan atau ilmu baru yang bias untuk dijadikan panutan mereka pada syariat Allah SWT.  Bagi kaum terpelajar, kitab ini.sangatlah pantas atau layak dibaca guna sebagai pengingat karena berisi mengenai aturan-aturan simpel dan sederhana didalam beragama seringkali diabaikan bahkan dilupakan karena adanya sifat kesederhanaannya.

Sekian ulasan yang dapat diberikan semoga dapat memberikan banyak manfaat bagi sesama.

 

Bandung , 15 Januari 2023

 

Penulis adalah Ketua Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Samiyah Amal Insani, Panti Asuhan di Bandung

 

Back to Article

 

Donasi Yuk
1