Stigma Negatif dan Isu Pemberdayaan Single Moms

single mom

oleh : Herri Permana

 

Single Mom merupakan sebutan yang digunakan untuk seorang perempuan yang sudah bercerai atau ditinggal meninggal sang suami dengan memiliki tanggungan anak. Di satu sisi seorang single moms memiliki tanggung jawab untuk merawat , mengasuh dan membesarkan anaknya tanpa dukungan seorang suami / ayah disampingnya.Tapi disisi lain banyak orang-orang yang mengaitkan hal tersebut dengan konotasi yang buruk dan sering diolok-olok. Menjadi janda atau single mom bukan sesuatu hal yang dikehendaki, atau bukan atas kemauan seorang istri. Akan tetapi banyak faktor yang mendasari bahwa mereka memutuskan untuk bercerai dan menjadi seorang janda atau singgle mom.

Menjadi janda bukan sesuatu hal yang sederhana, bagi sebagian orang bisa menakutkan dengan berbagai stigma yang diberikan. Sebagian besar perempuan malu untuk mengungkapkan statusnya, karena banyak sikap buruk dan stigma yang tumbuh bagi para janda. Janda atau single mother bukan merupakan sesuatu hal yang memalukan, namun istilah janda dalam masyarakat menjadi sebuah sindiran dengan kata yang negatif tetap ada seperti penggoda pasangan orang. Pada kenyataanya wanita janda ini sering dijadikan obyek seksual. Istilah yang muncul di masyarakat tentang janda yang berkonotasi negatif tentu akan membahayakan wanita tersebut. Tentu banyak pria yang berusaha untuk mendekati dan masuk dalam hidup mereka kemudian mencoba untuk menipu, para janda biasanya dianggap lemah dan membutuhkan kasih sayang. Dengan perlakuan tersebut, hat itu yang mendorong wanita untuk menyembunyikan statusnya sebagai janda.

Janda merupakan status perempuan yang sudah tidak memiliki pendamping setelah menikah. Kata janda menjadi negatif di masyarakat kemungkinan besar di akibatkan karena adanya kebudayaan patriarki dan kecenderungan masyarakat yang memiliki kebencian terhadap perempuan. Dalam hal ini menempatkan pria di posisi yang lebih tinggi dari perempuan dan di anggap lemah kerapkali menjatuhkan kesalahan kepada perempuan. Padahal perempuan memutuskan untuk bercerai bisa jadi karena menyadari hubungan pernikahan tersebut sudah tidak sehat, atau penuh dengan kekerasan. Oleh sebab itu perempuan memutuskan untuk bercerai karena ingin melindungi dirinya dan juga anak-anaknya.

Stigma negatif janda yang muncul, tentu menyebabkan perempuan merasa terganggu dan juga risih dengan panggilan tersebut. Hal tersebut berakibat perempuan tidak mau lagi dipanggil dengan sebutan janda, sehingga muncul istilah single mom atau single parent. Karena satu dan lain hal, kemudian sebuah keluarga kehilangan sosok ayah, hal itu menjadikan seorang  ibu berperan sebagai orang tua tunggal dapat dikatakan dengan istilah single mom tersebut. Single moms ini mempunyai arti seorang ibu yang menjadi orang tua tunggal. Dimana single moms tersebut harus menjalankan dua peran sekaligus, sebagai seorang ibu dan juga bertanggung jawab untuk menjadi tulang punggung keluarga.

 

Memiliki Tanggungjawab

Menjadi seorang single moms atau janda tentu menjadikan beban yang ditanggung semakin besar. Tentunya berbeda saat Anda masih memiliki pasangan hidup. Dalam hal ini tidak ada lagi pasangan untuk berbagi tanggung jawab dalam keluarga. Kenyataan tersebut harus menjadikan seorang single moms menjadi lebih kuat, tidak boleh menyerah. Tanggung jawab seorang single moms akan semakin besar untuk diri-sendiri dan juga anak-anak.  Untuk itu sebagai seorang single moms harus tetap berusaha dan jangan memaksakan diri.

Menyempatkan Waktu Bersama Anak

Sebagi orang tua tunggal atau single mom tentu harus bisa memberikan pengertian kepada anak bahwa setiap keluarga pernah mengalami masalah. Sehingga Anda perlu mendorong semangat anak untuk bangkit dari kesedihan. Dorongan atau dukungan tersebut dapat diperoleh dari keluarga, sahabat, kerabat untuk membantu memerikan dukungan kepada anak.

Perjuangan single mother walaupun bertanggung jawab menggantikan seorang ayah untuk mencari nafkah, akan tetapi jangan melupakan bahwa Anda juga berperan sebagai seorang ibu. Berikan kasih sayang kepada anak dan pastikan kasih sayang tersebut tidak setara. Sehingga kasih sayang tersebut adil tidak ada yang diperlakukan beda. Komunikasi dan bersikap terbuka terhadap hal-hal yang baik, dan komunikatif sehingga Anda bisa mengenal karakter Anak Anda.

Berfikir Positif dan Bersikap Tenang

Menjaga rasa positif dan optimis akan berdampak kepada kesehatan mental Anda dan perkembangan anak. Anak tidak perlu di didik harus menjadi dewasa sebelum waktunya jika masih kecil. Jika mengalami kesulitan saat menjadi single moms, Anda harus jujur kepada anak namun ingatkan bahwa semua akan baik-baik saja.

Menjadi seorang single mom juga banyak sekali hal-hal yang menjadi bahan omongan di lingkungan sekitar. untuk menyikapi hal tersebut, sebaiknya hadapi dengan kepala  dingin dan sikap yang tenang. Jangan pula terlalu menghiraukan omongan dari mereka, yang mungkin akan melemahkan Anda. Bersikap tenang menjadi solusi agar mampu menjaga perasaan Anda. Jika perkataan terlalu menyakiti hati Anda, maka perlu untuk pindah ke lingkungan yang lebih baik dan bisa menerima dengan baik.

Isu Pemberdayaan Terhadap Single Moms

Banyak diantara Single Moms karena tidak tahan dengan beban hidup yang menimpanya paska perceraian.Hal ini diakibatkan paska perceraian single moms harus berperan ganda sebagai kepala keluarga yang mencari nafkah juga harus merawat dan mengasuh anak-anaknya. Banya diantara mereka kemudian karena tidak kuat , kemudian menitipkan anak-anaknya ke panti asuhan.

Banyaknya kasus perceraian yang ada di Indonesia, sehingga memunculkan wacana pengusulan rancangan peraturan daerah (raperda) tentang pemberdayaan dan perlindungan janda. usulan tersebut dinilai sebagian kalangan sangat kontroversial. Di DPRD Banyuwangi pengusulan tersebut dilakukan karena tingginya fenomena angka perceraian di Banyuwangi. Rata-rata perceraian yang ada di Banyuwangi mencapai 600 kasus per bulan.sehingga kalau di kalkulasikan pertahun perceraian tersebut mencapai 7 ribu perceraian dan artinya terdapat 7 ribu janda per tahun.

Akan tetapi usulah ini menjadi kontroversial karena juga memsukkan isu poligami bagi ASN sebagai salah satu poin pemberdayaan janda. Sontak hal ini memancing kontroversi di kalangan masyarakat termasuk dari MUI Banyuwangi.

Salah satu LSM yang peduli pada Singe Moms PEKKA (Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga) membagi strategi pemberdayaannya melalui empat strategi yaitu : Kepemimpinan Perempuan , Peningkatan Kapasitas , Pengelolaan Pengetahuan , dan advokasi kebijakan.Hal ini dilakukan dengan didasari oleh survey yang dilakukan oleh mereka yang memberi data bahwa para single moms 48 % nya berasal dari keluarga miskin (dimana perempuan menjadi kepala keluarga) , 53 % berpendidikan rendah , dan 10 % akibat perkawinan siri.

Program yang dilakukan PEKKA fokus pada penguatan kegiatan ekonomi dan penguatan kegiatan sosial budaya. Pemberian akses pembiayaan murah , pelatihan ketrampilan di bidang produksi , pemasaran dan penjualan adalah aspek penguatan ekonomi yang dilakukan.Sementara di bidang penguatan sosial budaya dilakukan dengan penguatan partisipasi publik , peningkatan pengetahuan dan tanggap bencana.

Sebenarnya permasalahan dengan banyaknya perceraian dan terdapat begitu banyak janda bukan lagi isu yang ada di daerah tertentu melainkan sudah menjadi isu nasional. Para janda atau single moms perlu payung hukum untuk diberikan perhatian khusus yaitu dengan pemberdayaan single moms. Termasuk menaungi mereka dalam hal pengetahuan dan pelatihan kepada para janda. Dengan melakukan pelatihan tentu janda tersebut mempunyai keteramapilan sehingga mereka dapat berdaya bisa mandiri dengan kemampuan yang dimiliki. Banyak sekali pendidikan dan pelatihan yang ada di Indonesia seperti pelatihan membuat kue, pelatihan menjahit, pelatihan tata rias, dan lain sebagainya.

Selain dibekali dengan pendidikan dan pengetahuan yang diberikan untuk single moms, agar mereka menjadi berdaya dan mampu menjadi seorang single mother yang hebat. Pemberian edukasi juga perlu diberikan kepada masyarakat secara bertahap agar tidak lagi memandang buruk seorang janda. Cara yang dilakukan yaitu dengan mengangkat profil janda yang sukses dan berhasil. Banyak sekali single momsyang sukses dan berhasil akan tetapi profil mereka sangat kurang sekali untuk diangkat. Kebanyakan profil yang diangkat yaitu kisah-kisah negatif dari seorang janda. Selain itu juga, harus mendorong janda tersebut mandiri secara ekonomi dan membuat mereka menjadi berdaya. Sehingga stigma negatif yang muncul dalam masyarakat lambat laun akan hilang. Mari kita beri dukungan dan motivasi single mother yang ada di sekitar masyarakat bahkan di dunia bahwa para janda atau single mother bisa hidup mandiri dan bukanlah menjadi sesuatu yang negatif berdasarkan stigma yang muncul.

 

 

 

 

 

Bandung , 16 November 2022

 

Penulis adalah Ketua Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LPKS) Samiyah Amal Insani , panti asuhan di Bandung

 

Back to Article

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Donasi Yuk
1