oleh : Abdillah Hasan
Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, Maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri…
(QS. Al-Israa’: 7)
Seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Muslim bagaimana yang paling baik itu?” Rasulullah menjawab,”Yaitu seorang muslim yang membuat orang-orang muslim atau lainnya selamat dari gangguan kejahatan lisan dan tangannya.” (HR. Muslim). Menurut hadis di atas, muslim terbaik adalah orang yang mampu menjaga lisannya dan mampu menahan diri, tidak melakukan perbuatan yang merugikan orang serta makhluk ciptaan Allah lainnya. Apakah kita termasuk diantara muslim yang terbaik tersebut?
Mari kita belajar kepada lebah. Dunia telah mengenal betapa menakjubkan hewan yang satu ini. Jenis serangga ini dikenal karena hidupnya berkelompok. Dalam kelompoknya, lebah tidak pernah merugikan antara yang satu dengan yang lainnya. Dengan bekerja sama yang solid para lebah membuat sarang di atas bukit atau pohon. Dari lebahlah dihasilkan berbagai produk kesehatan yang bermanfaat bagi dunia.
Mengambil filosofi lebah, hidup seorang muslim hendaklah menjadi seorang pioner dalam menciptakan prestasi, kontribusi positif, ketenangan, kenyamanan dan kebahagiaan hidup untuk diri sendiri, keluarga dan masyarakat luas. Siapa yang tidak kenal khalifah Umar bin Abdul Aziz? Konon, Khalifah di zaman Bani Umayyah ini hanya memerintah selama 2 tahun 5 bulan 5 hari. Namun geliat pemerintahan yang beliau pimpin sangat menakjubkan. Pada waktu yang relative singkat, kehidupan rakyatnya mengalami kemajuan dan kesejahteraan yang luar biasa. Hingga dikatakan, tiada seorangpun umat Islam di zamannya yang layak menerima zakat karena semuanya tergolong mampu.
Seorang muslim selayaknya memiliki sifat-sifat kemuliaan dan keluhuran sekaligus potensi yang luar biasa. Dimanapun dan kapanpun ia berada, eksistensinya selalu membawa manfaat bagi sesama. Kehadirannya selalu dirindukan orang lain. Manusia semacam inilah yang diisyaratkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam,”Perumpamaan orang beriman itu bagaikan lebah. Ia makan yang bersih, mengeluarkan sesuatu yang bersih, hinggap di tempat yang bersih dan tidak merusak atau mematahkan (yang dihinggapinya).” (HR. Ahmad dan Hakim)
Menjadi pribadi yang bermanfaat bagi sesama tidak harus menjadi pejabat, pengusaha, publik figur, berprofesi mentereng atau bahkan seorang dai. Apalagi harus kaya dulu. Siapapun Anda, jika mampu memberi kebaikan, semangat positif, keselamatan, kenyamanan, kedamaian, dan kebahagiaan kepada siapa saja di sekeliling Anda, saksikanlah bahwa Andalah orang yang—Insyaallah– dikatakan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, memiliki karakter seperti lebah itu. (Abdillah)
“ Muslim terbaik adalah orang yang dalam hidup mampu menjaga lisannya dan mampu menahan diri, tidak melakukan perbuatan yang menyakiti orang lain”




