oleh : Herri Permana
Blue Miracle merupakan sebuah film yang diangkat dari kisah nyata dirilis pada tanggal 27 Mei 2021, disutradarai oleh Julio Quintana dan tergolong genre Based True Story Film, Drama. Film ini diperankan oleh Jimmy Gonzales, Dennis Quaid, Bruce McGill, Fernanda Urrejola. Film Blue Miracle terinspirasi dari kisah nyata kehidupan yang pernah terjadi sebelumnya.
Film ini hadir mengusung warna yang berlatar biru. Mulai dari latar belakang tempat sampai pakaian yang digunakan pun berwarna biru. Warna biru ini menggambarkan laut lepas, sesuai dengan judul bahwa warna biru akan memberi keajaiban pada situasi yang tidak tenang dan sulit.
Film ini mengisahkan perjuangan sepasang suami istri yang menjadi pengelola panti asuhan. Mereka berjuang untuk mempertahankan panti asuhan dengan segala konflik yang terjadi di dalamnya hingga mampu menguras emosi dari penonton.
Sinopsis Blue Miracle
Panti asuhan Casa Hogar sedang mengalami kebangkrutan,dan mereka harus mempertahankan panti agar tetap ada. Panti asuhan yang mereka bina banyak menampung anak-anak jalanan. Film ini berdurasi 95 menit dan cocok dijadikan tontonan hangat bersama keluarga.
Berawal dari sepasang suami istri yang mengelola panti asuhan Casa Hogar daerah Mexico yaitu Omar (Jimmy Gonzales) dan Becca (Fernansa Urrejola). Omar dan Becaa banyak menampung anak jalanan dan merawat mereka seperti anak sendiri di panti asuhan Casa Hogar.
Panti asuhan ini sedang mengalami krisis keuangan, dimana Omar dan Becca memiliki hutang pada Bank, sehingga akan berdampak pada anak-anak panti asuhan Casa Hogar. Omar sebagai pendiri panti asuhan berusaha untuk mencari cara agar bisa menutupi hutangnya di Bank walaupu untuk beberapa saat, akan tetapi pihak Bank terus memanggil Omar agar segera melunasi hutangnya.
Krisis keuangan tersebut terjadi karena bencana yang melanda tempat panti asuhan dan mengakibatkan pendanaan anak-anak asuh mereka jadi membengkak. Terpaksa mereka terus mencari cara untuk mendapatkan uang agar kehidupan anak-anak tersebut bisa berlanjut.
Pada waktu malam hari diprediksi cuaca di sekitar pelabuhan akan badai, sehingga Omar dan anak-anak pantiasuhan Casa Hogar bersiap-siap untuk kemungkinan yang akan terjadi. Omar dan anak-anak panti menampung pasir dalam karung yang digunakan untuk menahan air agar tidak masuk dalam kamar mereka.
Kemudian Omar dan beberapa anak asuhnya mendatangi Wayne Bisbee dan Tricia Bisbee untuk meminjam pompa. Di tengah niat mereka untuk meminjam pompa ternyata Omar dan anak-anak panti asuhan Casa Hogar mendapatkan keajaiban bahwa mereka ikut bergabung dalam turnamen memancing Bisbee. Lomba yang diikuti tersebut berhadiah besar dan tentunya jika berhasil dapat digunakan untuk menutup permasalahan yang ada di Casa Hogar.
Tournamen yang diadakan menjadikan mereka harus bersaing dengan pelaut-pelaut hebat dan berpengalaman. Pada akhirnya Omar meminta bantuan kepada Kapten Wade (Dennis Quaid). Omar dan anak-anak panti asuhan bergabung dengan kapten Wade. Dimana Kapten Wade merupakan pria yang sudah lanjut usia berasal dari Dallas Amerika Selatan. Kapten Wade tidak setuju jika digabungkan dengan anak-anak yang kurang berpengalaman dalam memancing. Kapten Wade sendiri sudah berpengalman dalam memancing yaitu sudah 2 kali berturut-turut menang dalam kompetisi memancing.
Akan tetapi sang Kapten beserta Omar dan empat anak panti asuhan Casa Hogar yang tidak memiliki pengalaman dalam memancing menarik perhatian massa. Turnamen memancing “Black and Blue” yang diselenggarakan Bisbee ini menjadi salah satu harapan bagi panti asuhan Casa Hogar untuk keberlangsungan panti tersebut.
Banyak hal menarik yang terjadi di sepanjang film ‘Blue Miracle’ yang dapat menguras emosi penonton. Hal sederhana yang dapat memunculkan berbagai konflik sehingga dapat membuat penonton bisa menemukan rasa syukur yang patut untuk diucapkan setiap harinya. Film ini juga menyajikan realita seperti kerasnya hidup bagi anak tanpa keluarga, kemudian dinginnya jalanan bagi anak-anak yang tidak mempunyai tempat tinggal. Ada juga proses penyembuhan anak dari kejadian masa lampau yang kehilangan keluarganya.
Pemeran utama dalam film ini adalah Omar, berperan sebagai sosok yang dihantui oleh masa lalunya. Trauma karena kehilangan sosok ayah pada saat memancing di laut lepas, adegan-adegan mimpi yang tidak jauh dari air tentunya akan terasa menyejukkan, akan tetapi ini berbeda menjadi terasa menyesakkan bagi penonton yang melihat. Sesak pada saat mencapai puncak, Omar harus berjuang di lau lepas dan mengesampingkan trauma tersebut untuk menjaga keamanan dan kenyamanan anak asuh panti asuhan Casa Hogar.
Anak asuh Casa Hogar juga tonggak yang mengahdirkan sisi sentimen dalam film blue miracle ini. Pasalnya hal yang menyedihkan sekaligus mengibakan muncul dan sangat berpotensi menyentuh hati penonton. Mereka memahami bahwa sebagian manusia memang diberikan kondisi dimana paling mengerti rasanya tersudutkan oleh dunia yang sangat gemerlap akan tetapi hanya diperuntukkan bagi orang-orang yang beruntung saja. Dalam film ini para anak asuh Omar dan Becca di tuntut untuk dewasa sebelum waktunya dan tentunya berjiwa tangguh.
Pesan yang terkandung dalam film blue miracle ini adalah warna biru memang menjadi warna yang menenangkan, diantara gemerlap warna-warni kehidupan. Film ini juga memberikan kesan bahwa dalam setiap kesulitan pasti akan ada kemudahan yang bisa datang dari arah yang tidak terduga.
Bandung , 23 November 2022
Penulis adalah Ketua Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Samiyah Amal Insani , Panti Asuhan di Bandung



