Pecah Ketuban Dini Pada Ibu Melahirkan

pecah ketuban

Disusun oleh : Herri Permana

Peran ketuban sangat penting dalam kehamilan sampai persiapan melahirkan. Sejumlah masalah berhubungan dengan ketuban dapat mengancam keselamatan ibu dan bayi dalam kandungan. Salah satunya adalah pecah ketuban dini, yang merupakan komplikasi kehamilan yang serius dan  membutuhkan penanganan dari tenaga medis.

Pecah ketuban dini adalah kondisi ketika kantung ketuban pecah sebelum persalinan di mulai. Kondisi terjadi saat perkembangan janin belum sempurna dalam waktu sebelum minggu ke-37 masa kehamilan. Kondisi ini dapat terjadi saat perkembangan janin telah sempurna.Perlu Anda ketahui semakin awal pecah ketuban terjadi di masa kehamilan, semakin serius pula kondisi tersebut. Oleh karena itu, hal ini perlu segera ditangani untuk menghindari terjadinya komplikasi pada ibu dan calon bayi.

Faktor Pecah Ketuban Dini

Pada dasarnya, pecah ketuban merupakan proses alami yang terjadi saat ibu hamil akan melahirkan.namun ketika peristiwa ini  tidak diikuti tanda-tanda akan melahirkan, terutama saat janin belum berkembang sempurna bukanlah hal yang normal. Belum diketahui apa penyebabnya. Namun, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan resiko pecah ini, yaitu :

  1. Terjadi infeksi pada rahim, mulut rahim, atau vagina.
  1. Peregangan yang berlebihan pada kantung ketuban akibat air ketuban terlalu banyak (polihidramnion)
  2. Perdarahan melalui vagina pada trimester kedua dan ketiga kehamilan
  3. Adanya riwayat ketuban pecah dini pada kehamilan sebelumnya
  4. Kebiasaan merokok atau menggunakan NAPZA pada saat hamil
  5. Berat badan yang kurang atau kekurangan gizi pada ibu hamil
  6. Hamil anak kembar
  7. Jarak antarkehamilan yang kurang dari 6 bulan
  8. Riwayat operasi atau biopsi pada leher rahim
  9. Pernah melahirkan bayi prematur

Gejala 

Gejala pecah dini ditandai dengan keluarnya air ketuban melalui vagina. Air yang keluar dapat mengalir secara perlahan atau deras. Berbeda dengan urine, bocornya air ketuban tidak dapat ditahan sehingga akan mengalir keluar. Untuk memastikan apakah cairan tersebut adalah urine atau air ketuban dapat digunakan pembalut untuk menyerap cairan yang keluar. Selanjutnya, lihat dan cium bau pembalut tersebut. Ciri-ciri air ketuban adalah tidak berwarna dan tidak berbau pesing seperti urine.Apabila disertai dengan infeksi, ketuban pecah dini dapat menimbulkan beberapa gejala lain, antara lain :

  1. Panggul terasa tertekan
  2. Keputihan atau keadaan vagina terasa lebih basah daripada biasanya
  3. Pendarahaan melalui vagina
  4. Demam bila sudah mulai ada tanda infeksi

Kapan Harus ke Dokter?

Segera ke dokter jika ketuban Anda pecah, terutama saat usia kehamilan mencapai 37 minggu. Kondisi ini perlu segera mendapatkan penanganan.

Bagaimana dengan Diagnosanya?

Dokter dapat mendiagnosis kondisi dari keluhan yang dirasakan pasien melalui pemeriksaan fisik. Dalam pemeriksan ini, dokter akan memeriksa bagian dalam mulut rahim untuk memastikan pecahnya ketuban. Jika diperlukan, dokter akan melakukan pemeriksaan tambahan yaitu berupa :

  • Tes pH,

Tes ini bertujuan untuk pemeriksaan tingkat keasaman cairan vagina. Apabila ketuban sudah pecah, tingkat keasaman cairan vagina akan lebih tinggi (harusnya kondisinya lebih basa).

  • USG

Pencitraan dengan USG kehamilan dapat dilakukan untuk memeriksa kondisi janin dan rahim, kemudian melihat jumlah air ketuban yang masih tersisa.

Pengobatan 

Setelah ketuban pecah, dokter akan memeriksa apakah janin Anda sudah siap dilahirkan, sebab jika  menunda kelahiran setelah ketuban pecah berisiko menimbulkan infeksi. Apabila belum ada tanda-tanda akan melahirkan, dokter kandungan akan menyarankan induksi dengan tujuan mempercepat persalinan.

Akan tetapi, apabila kejadian ini terjadi sebelum usai kehamilan mencapai 34 minggu, paru-paru janin belum terbentuk sempurna, sehingga belum siap untuk melahirkan. Dalam kondisi ini, dokter akan memberikan obat kortikosteroid untuk mempercepat pematangan paru-paru janin agar secepatnya dapat dilahirkan. Untuk mencegah terjadinya infeksi, dokter juga akan memberikan antibiotik. Setelah janin dirasa sudah siap untuk dilahirkan, selanjutnya dokter akan melakukan prosedur induksi.

Komplikasi 

Berikut akan Kami jelaskan komplikasi yang dapat terjadi dari kejadian ketuban pecah dini, antara lain:

  • Infeksi pada ketuban
  • Tali pusar tertekan
  • Kelahiran prematur
  • Plasenta terlepas dari rahim (solusio plasenta)
  • Operasi caesar
  • Gangguan pertumbuhan paru janin
  • Perdarahan otak janin
  • Gangguan pernapasan pada bayi
  • Gangguan perkembangan syaraf pada bayi, seperti cerebral palsy
  • Kematian janin

Pencegahan 

  1. Tidak merokok dan menghindari asap rokok

Tidak ada hal khusus yang dapat dilakukan dalam pencegahan kejadian ini. Namun, dengan adanya kaitan antara merokok saat hamil dan ketuban pecah dini, ibu hamil dianjurkan untuk tidak merokok. Jangan lupa melakukan pemeriksaan kehamilan secara berkala untuk memantau tumbuh kembang dan kesehatan janin.

  1. Menjaga kesehatan organ intim dan menjalani gaya hidup sehat

Dengan menjaga asupan gizi yang seimbang, olahraga teratur dan menghindari stress dapat membantu mengurangi risiko ini. Beberapa penelitian mengatakan bahwa pemberian vitamin C dosis 100 mg setiap hari selama masa kehamilan dapat membantu mengurangi risiko pecah ketuban dini.

 

Back to Article

 

 

Donasi Yuk
1