oleh Siti Samiyah
Mengenal bullying atau perundungan , yang merupakan kasus yang kerap menjadi isu perbincangan dan masih hangat hingga detik ini lantaran minimnya pengawasan terhadap pelaku dan korban bullying tersebut.
Karena perundungan paling sering ditemui di sekolah, maka pihak sekolah dan keluarga pun harus bekerja sama untuk menghentikannya. Apalagi, dampak terhadap korban perundungan sangat luas sekali, mulai dari penurunan prestasi akademik, kesehatan mental, kehidupan sosial, dan parahnya lagi memengaruhi keselamatan seseorang.
Mengenal Bullying
Mengenal bullying atau perundungan merupakan sikap atau perilaku agresif yang dilakukan secara terus-menerus, dimana akan ada satu ataupun sekelompok orang yang merasa berkuasa dan dengan sengaja melakukan hal tidak senonoh.
Contoh perilaku yang kerap ditemui antara lain mengintimidasi, memaksa, atau menyalahgunakan individu lain dengan tujuan menyakiti korban secara emosional maupun fisik.
Sementara itu, dalam KBBI sendiri, bullying disebut sebagai perundungan yang diartikan sebagai tindakan mengganggu, mengusik terus-terusan, dan menyusahkan orang lain.
Jadi, kamu jangan salah paham ya. Sebab, perundungan sendiri bukan hanya sebatas gangguan fisik saja, melainkan juga gangguan mental atau emosional.
Sebab itulah, banyak sekali pihak yang seharusnya paham dan mengenal bullying lebih jauh. Ini bertujuan agar tindakan perundungan dapat segera dihindari dan tak akan memakan korban lebih banyak.
Terdapat beberapa jenis perundungan yang harus kamu ketahui yaitu perundungan yang bersifat verbal, fisik, seksual, sosial, dan di dunia maya.
Nah, setelah tahu jenis perundungan di atas, maka setidaknya akan mempermudah guru dalam mengedukasi siswa-siswanya dan mengenal bullying.
Cara Mengatasi Perundungan di Sekolah
Slogan “Stop Bullying!”, tampaknya tak terlalu signifikan mempengaruhi para bullyers di luar sana. Oleh karena itulah, dibutuhkan cara mengatasi bullying berikut ini.
1. Mendeteksi Tindakan Perundungan Lebih Awal
Di sekolah, maka gurulah yang bertanggung jawab untuk segala aktivitas yang ada, termasuk situasi dan kondisi yang sedang dihadapi siswa.
Janganlah sampai hal yang membuat siswa tak nyaman atau bahkan membahayakan siswa berlangsung secara berkelanjutan atau terus menerus.
Guru pun harusnya segera menghapus bibit bullying sejak awal. Contohnya saja, saat ada siswa yang menghina bentuk fisik, memanggil siswa dengan nama orang tuanya, menyakiti secara fisik, atau bahkan merampas secara paksa benda pribadinya.
Apapun alasannya, sekalipun itu hanya bercanda, maka ini sama sekali tidak dapat dibenarkan perbuatannya.
2. Mengajak Siswa untuk Berkomunikasi dengan Lebih Banyak Orang
Tahukah kamu kalau kebanyakan siswa yang korban bullying adalah siswa yang umumnya suka menyendiri dan memiliki sedikit teman?
Oleh karena itulah, cara yang dapat dilakukan untuk mencegah pembullyan ini dengan mengajaknya lebih bersosialisasi dengan teman lainnya.
Namun, siswa itu pun harus pandai juga dalam memilih lingkungan pertemanan yang sehat. Saat korban bullying mempunyai teman lebih banyak, pastinya mereka akan berpikir dua kali menindasnya.
3. Lakukan Sosialisasi Tentang Bullying
Seringkali bullying yang terjadi di sekolah jadi bahan pembicaraan di media sosial atau media lainnya. Lalu paling sering ditemui adalah ketidaktahuan siswa tentang perundungan ini.
Oleh karena itulah, hal yang dapat dilakukan oleh pihak sekolah yaitu memberikan sosialisasi pada seluruh warga sekolah, seperti siswa, guru, pegawai tata usaha, tenaga kebersihan, dan sekuriti.
Apabila semua orang sudah paham apa saja contoh dan bentuk perundungan tersebut, maka perlihatkan juga bagaimana dampaknya.
Jikalau pun sudah tahu semuanya, mungkin setidaknya potensi terjadinya bullying di sekolah dapat diminimalisir segera.
Sosialisasi juga dapat dilakukan dengan menempelkan poster anti bullying dan amanat pembina saat upacara atau apel.
4. Menumbuhkan Rasa Percaya Diri pada Siswa
Pelaku bully mungkin semakin bersemangat untuk melakukan tindakan bullying saat tahu korbannya merasa minder dan terpuruk. Nah, untuk mencegah dan memberikan efek jera pada pelaku bully, dapat dibangun rasa percaya diri.
Rasa percaya diri akan membantu siswa agar tidak terlihat minder dan takut pada pelaku bullying. Berdasarkan yang ditemui, pelaku bullying enggan menindas orang yang percaya diri dan tampil berani.
5. Berikan Dukungan Pada Korban
Adapun solusi bullying yang dapat dilakukan selanjutnya yakni memberikan dukungan pada korban yang telah mengalami bullying tersebut.
Pada umumnya, korban akan merasa ketakutan dan cemas saat berada di lingkungan tempat ia dibully.
Sebab itulah, tunjukkan kalau guru dan teman-teman sekelilingnya peduli dan mampu membantu korban agar rasa traumanya hilang kembali. Jangan lupa bekerjasama dengan orang tua juga agar kehidupannya bisa normal kembali.
6. Membuat Peraturan yang Tegas
Memang, untuk memberhentikan sikap perundungan seseorang harus diberikan tindakan yang tegas. Selain korban, pelaku pun harus diberikan treatment juga agar tidak terus menerus mengulangi kesalahannya.
Oleh karena itulah, sangat penting bagi guru untuk membuat peraturan yang ketat mengenai bullying ini.
Untuk peraturan yang dibuat tersebut bisa dimulai dari tingkat peraturan kelas sampai peraturan sekolah. Dengan begitu, semua orang pun bisa tahu bagaimana konsekuensi yang akan didapatkannya ketika pembullyan tersebut terjadi.
7. Melatih Siswa agar Tidak Terpancing untuk Melawan Pelaku
Kadang kala tindakan bullying seringkali memicu emosi seseorang. Hingga akhirnya banyak korban yang justru melakukan perlawanan.
Sebenarnya, cara paling tegas untuk mencegah tindakan ini adalah bersikap dengan tenang dan sabar, serta jangan sampai agar tidak terpancing oleh perlawanan pelaku.
8. Mengajarkan Siswa agar Melawan Bullying
Tidak semua hal yang kamu terima dengan kekerasan juga mesti dibalas dengan kekerasan pula ataupun melakukan hal yang sama.
Namun, melawan tindakan bullying yang dimaksud disini adalah berani untuk melaporkan tindakan tersebut kepada pihak yang berwajib, seperti guru di sekolah.
Setelah itu, nanti kasus pun akan ditindaklanjuti oleh guru dan akan segera diambil tindakan untuk menghentikan pembullyan tersebut.
9. Memberikan Contoh yang Baik
Diketahui bullying yang sering terjadi merupakan hal yang sebenarnya dicontoh dari orang-orang yang ada disekitarnya. Oleh karena itulah, guru di sekolah harus mampu mencerminkan contoh dan suri tauladan yang baik.
Itulah alasan kenapa guru harus berhati-hati dalam bertutur kata maupun bertindak.Jangan sampai kamu memberikan hukuman verbal yang kadang tidak disadari masuk ke dalam salah satu kategori bullying.
10. Membimbing Pelaku untuk Menghentikan Bullying
Karena bullying adalah contoh perilaku yang tidak baik, maka guru harus berusaha untuk menghentikannya. Selain korban, juga ada pelaku yang membutuhkan penanganan agar tidak melakukan tindakan tersebut lagi.
Ajarkanlah mereka untuk lebih bersimpati dan berempati pada siswa lainnya. Di samping itu, berikan juga berbagai pengetahuan terkait bahaya pembullyan terhadap orang lain.
Beberapa dampak tersebut antara lain gangguan kecemasan, depresi, merasa sedih, kesepian, adanya perubahan pola tidur dan makan, menurunnya ketertarikan terhadap aktivitas yang disenangi, masalah kesehatan, dan menurunkan prestasi akademik.
Jika sudah mengenal bullying dengan baik, maka selanjutnya adalah terapkan cara pencegahan di atas agar pelaku dan korban bullying tidak ada lagi.
Bandung , 11 Januari 2023
Penulis adalah Bendahara Yayasan Samiyah Amal Insani




