oleh : Herri Permana
Ibn Sa’d merupakan salah satu perintis penulisan biografi dalam literatur Bahasa Arab salah satunya kitab Thabaqat al Kubro. Beliau lahir di Basra dan telah mempelajari dan menggali potensi mengenai hadis sebelum memutuskan untuk berpindah ke Baghdad.
Disamping melakukan pembelajaran serta mendalami ilmu mengenai hadits, Beliau juga merupakan tokoh yang telah akrab dengan silsilah Arab, wawasan yang luas mengenai kesukuan pads massa pra-Islam, bahkan hingga tradisi para unat Yahudi danKristen telah Beliau ketahui secara luas.
Disaat berada di Baghdad, Ibn Sa’ad datang dan memutuskan untuk belajar kepada al-Waqidi yang merupakan sejarawan serta pengarang dari maha karya yaitu kitab al-Maghazi. Setelah al-Waqidi berpulang atau wafat, Ibn Sa’d mendedikasikan sisa hidupnya untuk menyusun serta mengumpulkan semua catatan gurunya dan miliknya sendiri untuk dikemas menjadi sebuah buku,
Dari hal tersebutlah sehingga melahirkan kitab at- Thabaqat al-Kubra, beragam penjelasan mengenai biografi serta sejarah awal mula yang penulisannya yaitu dilakukan secara komperehensif. Jauh sebelum karya at-Thabaqat al-Kubra milik Ibn Sa’d disusun, pada umumnya kitab biografi Arab pada saat itu sebagian besar hanya mempunyai isi daftar nama atau beragam kumpulann kisah tentang individu ternama
Kitab Thabaqat al Kubra sebuah Biografi Perawi Hadis Terbaik
Fakta menarik , bahwasannya satu- satu karya yang pantas untuk disebut sebagai kitab biografi dengan standard penulisan yang terpenuhi, adalah Sirat Rasulallah dari Ibn Ishaq (w. 767). Penyusunan serta penulisan dari Kitab at- Thabaqat al-Kubra Mengenai Ibnu Ishaq, Ibnu Sa’d sendiri telah memberi pernyataan “yang paling awal dalam menghimpun riwayat ekspedi Nabi”. At- Thabaqat al-Kubra Ibnu Sa’d menggali dan menggunakan sumber serta materi penulisan dimulai dari daftar nama, riwayat berbagai peristiwa besar di masa lalu, riwayat pada jaman Nabi, dan generasi penerus selanjutnya.
Dengan cara menempatkan semua materi ini secara bersamaaan, at- Thabaqat al-Kubra Ibn Sa’d menjadi salah satu karya Arab yang bisa terbilang paling awal , dimana, maha karya ini merupakan yang telah menghadirkan penulisan secara komprehensif serta bisa dibilang sangat universal. Maha karya ini diawali dengan sejarah singkat mengenai para nabi. Dimulai dari Adam sampai dengan Nabi Muhammad SAW. untuk menjelaskan atau menyebutkan silsilah keilmuan dan berbagai ajaran dalam ilmu tauhid. Setelah itu, pada bagian selanjutnya, kitab ini menjelaskan mengenai biografi dari nenek moyang/nasab dari Nabi Muhammad SAW
Pada bagian shirah sendiri dari Nabi Muhammad sendiri dimuat kurang lebih seperempat dari kitab ini. Sirah Nabi ditulis lengkap sejak dari lahir di Makkah sampai dengan wafat beliau di Madinah. Kitab ini juga membahas mengenai kisah masa kecil sampai dengan pernikahan beliau. Awal mula masa diterimanyal wahyu Al-Qur’an, Penyebaran dakwah di Mekah, hijrah beliau dengan para sahabat ke Madinah, dakwah dan berbagai perjanjian yang twlah beliau sepakati dengan para suku-suku Arab, ekspedisi para pasukan jihad, sampai dengan riwayat tentang wafat Nabi Muhammad SAW.
Ibn Sa’d juga telah memperhatikan serta menyinggung gaya, kebiasaan, pakaian, makanan, dan apa saja harta pribadi yang dimiliki Nabi. Ibn Sa`d selalu konsisten didalam memberi tradisi pengajaran suatu hadis, maksudnya dalam konteks ini adalah, penyebutan riwayat yang apa adanya dengan metodetidak menggunakan narasi dari si penulis sendiri. Walaupun di dalam beberapa.bab, Beliau kadang mengakui bahwa dirinya telah mengamati serta menggabungkan beberapa referensi untuk dikemas menjadi satu kisah. Hal ini memang dilakukan dengan maksud untuk menghindari riwayat yang secara berulang dan kurangnya efisiensi.
Ibnu Sa’d sangat berhati – harti didalam mengutip seluruh riwayat yang ditujukan dan sampai kepadanya. Termasuk pada riwayat-riwayat yang konteksnya saling bertentangan atau biasa disebut dengan idhtirab mengenai hal yang membahas suatu peristiwa yang sama. Ibnu Sa’d juga tidak merasa ragu-ragu dalam mengutip nengenai kisah keajaiban’, dengan pengutipan yang muncul dalam jumlah yang bisa dibilang besar. Dari hal inilah, para ahli kritik menyebut bagian shirah Nabi ini cenderung tidak dapat diandalkan sebagai rujukan sumber data yang terbukti sertaotentik. Akan tetapi, ini merupakan sumber informasi yang tak pernah tergantikan mengenai sejarah Agama Islam awal seperti yang telah ditanam untuk diingat serta dibayangkan di masa pertengahan abad kesembilan.
Berbeda dengan karya karangan dari Ibn Ishaq, yang dimana karya yang dihasilkan berakhir dengan wafatnya Nabi Muhammad, Ibn Sa’d selalu melanjutkan kisahnya lewat biografi para penerus Nabi, yakni para sahabat Nabi serta tidak lupa membahas shahabat yang merupakan perawi hadits. Biografi yang ada pada bagian ini telah memuat lebih lebih dari empat ribu nama.
Dengan susunan dalam bagian serta sub-bagian menurut para generasi, mengenai afiliasi suku, hingga pada tempat tinggal. Beberapa nama, seperti contoh pada empat khalifah pertama, diberikannya bagian penjelasan cukup panjang.
Akan tetapi sebagian besar hanya berupai daftar singkat yang dimana penulisannya menyebutkan nama guru serta murid (dari dan kepada siapa beliau meriwayatkan dan menerima hadis), diikut sertakan juga mengenai tanggal kematian. Kitab At-Thabaqat al-Kubra hingga saat ini digunakan sebagai sumber referensi .
Terlepas dari krtitik mengenai bisa atau tidak diterima riwayatnya, at-Thabaqat al-Kubra tetap dijadikan sebagai referensi penulisan sampai detik ini. Dengan mengingat isi yang ada, kitab tidak perlu diragukan lagi untuk dijadikan dasar guna dalam hal menguji kaitan ketersambungan sanad hadis. Selebih dari itu, beberapa riwayat yang diperselisihkan tetap bisa dipakai sebagai kritik serta sebagai bahan pembanding dengan atsar yang lain.
Maka disini tentunya sudah dapat dilihat dengan jelas, Bahwa Ibn Sa’d bukan merupakan seorang yang hanya semata – mata mengumpulkan semua jenis riwayat untuk memprovokasi guna kepentingan para ulama hadis. Namun sebaliknya, beliau merupakan seorang insan sejarawan yang susunan visi sejarahnya memberikan tempat bagi periwayatan hadis. Kitab At- Thabaqat al-Kubra Ibn Sa’d memberikan bentuk yang formatif dalam hal model penulisan sejarah Arab yang terjad pada fase awal.
Kitab at-Thabaqat al-Kubra telah memberikan gambaran mwngenai gaya penulisan yang membahas tentang sejarah dengan berdasarkan pada informasi serta narasi dari individu tersebut secara langsung. Ini merupakan sesuatu yang langka dan tidak dapat ditemui pada kekuatan ilmu pengetahuan yang ada pada peradaban lain. Dengan adanya sajian historiografi yang diberikan, isi dari kitab ini tetap diamalkan atau dipraktikkan serta setidaknya mempunyai pengaruh serta peranan yang sangat besar dalam jangka waktu hingga awal periode modern di mana tatacacara pembelajaran sejarah telah akrab dengan teknologi.
Ibnu Sa’d Telah Diadili Pada tahun 833, Ibn Sa’d dioanggil guna untuk memberikan penegasan mengenai sifat serta penciptaan Al-Qur’an yang banyak dikenal sebagai Mihnah.
Itulah sekilas mengenai kitab at-Thabaqat al-Kubra, yang merupakan kitab populer pada dunia pondok pesantren. Dengan adanya penjelasan tersebut semoga dapat memberi manfaat serta memberi penambahab wawasan sebagai pengenalan lebih lanjut mengenai kitab ini.
Bandung, 8 Januari 2023
Penulis adalah Ketua Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Samiyah Amal Insani. Panti Asuhan di Bandung




