Kitab Nailul Author

nailul author

oleh : Herri Permana

Kitab Muntaqo al-Akhbar atau Al-Muntaqo merupakan kitab rujukan hadis hukum yang telah dihimpun oleh seorang tokoh bernama yaitu Majduddin bin Taimiyyah Al-Harrani yang juga merupakan kakek dari Ibnu Taimiyah. Kitab terdapat 5029 hadis didalamnya, yang setelah itu diuraikan oleh Imam Asy-Syaukani dan dikemas menjadi beberapa juz sebagai  kitab penjelasan yang diberi nama Nailul Author.

 

Nailul Author yang mempunyai nama lengmap Nail al-Author syarh Muntaqo al-Akhbar merupakan kitab fiqh yang merupakan karangan dari Imam Syaukani sebagai kitab mengenai penjelasan serta uraian atas kitab Al-Muntaqo. Nailul Author merupakan kitab rujukan bagi golongan para pencari ilmu syar’i atau tholabul ilmi. Sebelum mengenal lebih lanjut mengenai kitab ini, alangkah baiknya untuk mengetahui biografi singkat dari penulis kitab ini

 

Biografi Imam As-Syaukani

 

Imam As-Syaukani mempunyai nama lengkap Muhammad bin Ali bin Muhammad bin Abdullah bin Al-Hasan As-Syaukani. Dia lahir pada hari Senin, 28 Zulqaidah 1173/12 Juli 1760 M H. Tepatnya didaerah Syaukani, Sana’a yang merupakan ibu kota Yaman.

 

Asy-Syaukani adalah nisbah kepada Syaukan, yang merupaka suatu perkampungan atau nama daerah yang letaknya di wilayah As-Suhamiyyah. Suhamiyyah sendiri adalah salah satu qabilah Al-Haulan yang terletak sekitar satu perjalanan (dengan unta) dari ibu kota yaman Shana’a

 

Sejak usia dini Beliau memang telah tekun mempelajari ilmu agama, Ayahnya merupakan seorang ulama besar serta merupakan seorang Qodi (mahkamah/hakim pengadilan) di sana’a. Bahkan dalam usianya yang masih dini Beliau sudah hapal Al-Qur’an dengan tajwid yang sempurna laksana bacaan para hufaz dan telah hapal berbagai matan dalam waktu yang efektif, begitulah kecerdasan yang diberikan Allah SWT kepada beliau.

 

Disamping itu beliau juga telah banyak belajar dengan ulama-ulama Yaman serta mengahadiri berbagai majelis-majelisnya, bahkan jika dirasanya kurang cukup dengan apa yang telah di ajarkan gurunya, beliaupun membaca sendiri berbagai kitab yang dirasa sangat dibutuhkan untuk dirinya sebagai manusia.

 

Imam As-Syaukani telah penuh mendedikasikan seluruh tenaganya untuk bersungguh-sungguh dalam menggali ilmu sehingga Beliaupun unggul didalam memahami banyak ilmu terlebih di bidang agama, dan banyak dari teman-temannya mengunjungi beliau untuk bisa belajar dan mengambil istifadah kepadanya. Sehingga aktivitas keseharian beliau hanyalah talaqqi kepada para masyayikh sekaligus mengajari teman-temanya.

 

Saat memasuki usia yang ke 20 tahun,Imam As-Syaukani telah dijadikan sandaran oleh para fatwa dan telah mempunyai banyak murid yang haus dan datang guna menimba ilmu kepadanya. Fatwa – fatwa dari beliau telah banyak dipakai dan dijadikan sandaran bagi umat yang khususnya berada di daerah shana’a. Bahkan terdapat banyak daerah-daerah selainkota yaman yang juga telah memakai fatwa-fatwa beliau.

 

Hingga masuk pada usia 36 tahun,Imam As-Syaukani menjadi Qodi atau Mahkamah agung umum yang bertugas di kota yaman, hingga wafatnya di tahun 1250 H. Imam Asy-Syaukani berpulang atau wafat di Sana’a yang saat itu tepat pada bulan Jum’adil Akhir di tahun 1250 Hijriyyah / 1834 M pada usianya yang menginjak 76 tahun 6 bulan, tepatnya pada malam Rabu. Beliau dimakamkan di Pemakaman Khuzaimah yang terletak di Sana’a, dan dishalatkan pada Masjid Jami’ Kabir.

 

Yang menjadikan ciri khas tersendiri dari kitab ini adalah dengan mengembalikan konflik atau berbagai persoalan yang dihadapi oleh masyarakat dengan mengacu kepada dalil ilmiah berdasarkan hadis-hadits yang shohih.

 

Isinya memuat hadits -hadits hukum yang dihimpun dari berbagai kitab hadits seperti Shohih Bukhori, Shohih Muslim, Musnad Ahmad, Jami’ tirmidzi, Sunan Nasa’i, Sunan Abi Dawud, dan Sunan Ibnu Majah juga kitab-kitab hadits lainnya.

 

Kitab Nailul Author dari Imam As-Syaukani merupakan kitab hadits yang isinya tmengenai hukum-hukum permasalahan ilmu fiqh. Banyak para ulama yang menulis kitab hadits berisi mengenai hukum-hukum, antara lain :

 

Al-Hafizh Abu Muhammad Abdul Ghoni Al-Maqdisi Al-Hanbali, beliau telah mengumpulkan bermacam hadist yang cenderung kepada hukum-hukum fikih, dengan karyanya yang bernama “’Umdatul Ahkam min Saidil Anam.” Kitab ini juga dijadikan sebagai referensi dalam memahami persoalan fikih yang di ambil dari hadits pilihan yang ada dalam kitab Bukhori dan Muslim.

 

Kitab ‘Umdatul Ahkam yang disyarah lagi oleh Al-Hafizh Al-Mujtahid Syaikhul Islam Ibnu Daqiq Al-‘Aid, dengan judul nama  kitabnya “Ihkamul Ahkam fi Syarhi ‘Umdatul Ahkam.”

 

Kitab “Al-Imam bi Ahaditsil Ahkam.” yang juga merupakan karangan dari Ibnu Daqiq Al-‘Aid

 

Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqolani “Bulughul Marom min Ahaditsil Ahkam” kitab ini merupakan kitab hadits yang disusun dan didasari dari bab-bab fikih dan telah memuat hadits-hadits yang dijadikan sebagai sumber untuk pengambilan hukum fikih (istinbath) bagi para pakar fikih.

 

Kitab Bulughul Maram yang telah disyarah lagi oleh beberapa  ulama, salah satu disyarah oleh Muhammad bin Isma’il Ash-Shun’ani,  denngan judul nama kitabnya “Subulus Salam Syarah Bulughul Maram”

 

Kitab  “Al-Muntaqol Akhbar” karya dari Imam Ibnu Taimiyah Jaddul Islam. Kitab hadits ini yang telah memaparkan persoalan hukum mengenai fikih dan kitab ini mengambil hadits dari kutubu tis’ah (Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Sunan Abu Daud, Sunan Tirmidzi, Sunan Nasa’i, Sunan Ibnu Majah, Musnad Ahmad, Muwatha’ Imam Malik, Sunan Darimi).

 

Kitab Nailul Authar sendiri merupakan kitab penjelasan dan terperinci dari hadits-hadits yang termaktub didalam kitab “Al-Muntaqa fil Ahkamisy Syar’Iyyah min Kalami Khairil Bariyyah.” Merupakan mahakarya dari seorang ulama dengan nama Ibnu Taimiyah. Beliau adalah kakek dari Ahmad bin Abdil Halim Ibnu Taimiyah, yang terkenal dengan sebutan nama “Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah.

 

Perbedaan Kitab Nailul Author Dari Kitab Yang Lainnya

 

Kitab Nailul Author mencantumkan sumber riwayat hadits atau disebut dengan takhrij , Turuq hadits ( menggunakan jalur pengambilan suatu hadist dari sanad yang berbeda akan tetapi bertujuan sama atau satu jalur sehingga dapat sampai pada satu sahabat), lafaz-lafaz didalamnya yang ikhtilaf seperti, apakah hadist ini shahih atau dho’if.

 

Kitab Nailul Author menerangkan makna dari lafaz-lafaz pada hadits, selalu menjelaskan qoul para ulama, menerangkan dan menjelaskan pengambilannya dari mana, entah dari ulama mazhab, maupun dari sahabat ataupun tabi’in.

 

Kitab Nailul Author merupakan Istinbath, aspek dari pengambilan hukum ilmu fikihnya sangatlah jelas begitupun kaedah ushulnya juga  jelas baik itu secara juz’iyyah maupun secara far’iyyah, kitab ini memberikan penjelasn dalill yang telah  diambil dari para  ulama-ulama terkemuka.

Pembahasan Hukum-hukum fikihnya sangat luas, setiap hukum dapat dipahami serta diketahui dalil-dalil haditsnya, dan sangat bermanfaat bagi yang memilikinya mempelajarinya, serta mengamalkannya.

Demikianlah ulasan yang dapat disampaikan mengenai Kitab Nailul Author yang mempunyai nama lengkap Nail al-Author syarh Muntaqo al-Akhbar merupakan kitab fiqh yang merupakan karangan dari tokoh besar Imam Syaukani sebagai kitab mengenai penjelasan serta uraian atas kitab Al-Muntaqo. Semoga dapat bermanfaat dan dapat dijadikan sebagai tambahan wawasan. Terimakasih

 

Bandung, 7 Januari 2023

 

Penulis adalah Ketua Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Samiyah Amal Insani, Panti Asuhan di Bandung

 

Back to Article

Donasi Yuk
1