oleh : Herri Permana
Kitab Bulughul Maram mempunyai nama lengkap Bulughul Maram Min Adatil, Bila diartikan secara penuh Bulughul Marom Min Adillatil Ahkam yaitu “Mencapai Seuatu Keinginan Menggunakan atau melalui Dalil-dalil Hukum.” Seakan penulisnya ingin membawa atau mengajak pembaca dengan berucap: “Jika Kamu ingin memperoleh keinginan untuk memdapatkan ilmu (fiqih) melalui berbagai dalil-dalilnya dengan secara langsung, jika umat manusia ingin memahami bagaimana cara menyembah Allah secara benar sebagaimanlla yang dikehendaki-Nya, maka pelajaril dan pahamilah kitab ini.
Sekilas Mengenai Kitab Bulughul Maram
Kitab Bulughul Maram ini banyak digunakan sebagai rujukan dalam hukum Fiqih oleh para ahli fiqih atau yang disebut dengan Fuqaha’. Dan kitab Bulughul Maram ini telah dilengkapi dengan keterangan derajat yang terdapat pada hadits yang ada dan terkandung didalam Kitab tersebut . Dari aspek sistem penulisan dari kitab ini dilakukan dengan diurutkan berdasarkan urutan penjelasan mengenai bagian bab fiqih, untuk bagian akhir pada kitab ini membahas mengenai adab, akhlak, dzikir dan do’a (Kitabul Jami’).
Dalam kitab ini para pembacanya akan disuguhkan keindahan metode atau teknik penulisan hadits dari tokoh Imam Ibnu Hajar. Beliau cenderung menyajikan hadits yang sah, benar serta kuat, hadits yang diringkas panjang, penisbatan periwayat hadits dibahas dengab panjang lebar, menyajikani keterangan mengenai derajat hadits dengan metode isyarat dari tata bahasanya
Diantara keunggulan dan kelebihan dari kitab ini adalah disaat beliau meengikutsertakan hadits dengan potongan serta penambahan yang timbul dari beberapa jalur sanad: Hadits yang fungsinya sebagai pengikat lafadz mutlak (Taqyid Al Muthlaq), Hasiits Perinci lafdz mujmal (tafshil al mujmal) serta hadits mengenai penghilang pertentangan (raf’u At Ta’arudh). Dari beberapa keistimewaan inilah mengapat banyak para ulama yang mengkaji, setta mensyarah dan menerapkan manhaj dari Kitab Bulughul Maram
Imam Ibnu Hajar al-Asqalani menyusunnya dengan penuh cermat agar orang yang berkenan untuk menghafalkan kitab tersebut lebih mudah serta lebih simple. Kitab Bulughul Maram sendiri merupakan salag satu pedoman untuk para penggali ilmu dengan tingkatan pemula pada umumnya, akan tetapi tetap dibutuhkan oleh pencari ilmu yang sudah tinggi atau senior. Pada bagian akhir hadits Kitab Bulughul Maram, Imam Ibnu Hajar al-Asqlaani mencantumkan nama-nama imam yang telah meriwayatkan sebagai wujud sekaligus nasehat bagi ummat islam.
Beberapa Istilah Dalam Kitab Bulughul Maram
Diriwayatkan oleh tujuh; maksud dan tujuannya yaitu hadits tersebut diriwayatkan oleh Ash-Shaab Kitubussittah lalu ditambah dengan Imam Ahmad (Ahmad, Bukhari, Muslim, Abu Daud, at-Turmudziy, an-Nasaai, dan Ibnu Majah).
Diriwayatkan oleh enam, makud dan tujuannya adalah ash-Shaab kutubussittah.
Diriwayatkan oleh lima, maksudnya dan tujuannya adalah; Ash-Shaabussunan ditambah dengan Imam Ahmad (Ahmad, Abu Daud, at-Turmudziy, an-Nasaai, dan Ibnu Majah).
Diriwayatkan oleh empat, maksud dan tujuannya adalah ash-Shaabussunan (Abu Daud, at-Turmudziy, an-Nasaai, dan Ibnu Majah).
Diriwayatkan oleh tiga, maksudnya dan tujuannya adalah (Abu Daud, at-Turmudziy, an-Nasaai, dan Ibnu Majah) .
Muttafaq ‘alaih maksud dan tujuannya adalah Bukhari dan Muslim.
Keistimewaan Kitab Bulughul Maram
Pada Kitab Bulughul Maram, Terdapat beberapa keistimewaan, antara lain :
Ikhtishar
Ikhtishar artinya adalah ringkas. Kitab Bulughul Maram menyuguhkan beragam hadits Nabi yang sangat penting dengan dikemas secara ringkas tanpa adanya pengulangan. Ringkasan dari kitab ini dapat dirasakan setelah paham mengenai banyaknya beragam hadits yang tersimpan didalam sertuap lembara kitab-kitab hadits.
Sebagai contoh, shahih Bukhari yang didalamnya berisi kurang lebih 7000 hadits. Cetakan edisi standar mengemasnya menjadi empat jilid. Padahal dalam kitab mengenai hadits bukanlah hanya dari Shahih Bukhari, akan tetapi juga terdapat shahih Muslim, Sunan Abi Dawud, Sunan An-Nasai, Sunan At-Tirmidzi, Sunan Ibnu Majah, Muwaththa’ Malik, Sunan Ad-Darimi, Musnad Ahmad, Mu’jam Thobaroni, Sunan Al-Baihaqi, serta Ribuan Ajza’ hadits baik yang telah dicetak maupun belum dicetak
Para umat Islam pastinya dapat membayangkan betapa berat menggali dan menahami ilmu Agama Islam jika diharuskan untuk mempelajari semua kitab tersebut. Maka dengan adanya karya Bulughul Marom yang telah meringkas bermacam banyak hadits tersebut dan dikemas dalam satu kitab, tentunya sangat membantu para pembaca untuk dapat membaca secara praktis serta efektif untuk dapat dimengerti
Intiqo
Intiqo’ artinya yaitu selektif. Bulughul marom merupakan kitab yang hanya menyuguhkan kumpulan berbagai hadits hukum. Hadits-hadits selain hukum, seperti hadits mengenai akidah,hadits akhlak, hadits mengenaiberbagai kisah, hadits mengenai anda-tanda kiamat,manaqib sahabat tidak disajikan.
Keistimewaan dari tingkat selektif pada kitab ini dapat dilihat saat mengkaji salah satu kitab ilmu fiqih yang dapat dikatakan sebagai kitab yang tergolong muthowwal. Ambil sebagai contoh misalnya kitab Al-Mughni karya besar dari Ibnu Qudamah Al-Maqdisi. Kitab ini didalamnya terdapat 15 Jilid. Pada setiap jilidnya berjumlah hingga 500 halaman.
Jadi cara gampangnya adalah jumlah total bagi kitab ini yaitu sebanyak 7500 halaman. Kitab yang sangat terbilang tebal ini termasuk referensi lengkap jika ingin mengetahui bermacam hadits mengenai hukum yang menjadi dalil pada setiap pembahasan fikih. Nah, Ibnu Hajar meringankan kita untuk dapat mendalami hadits mengenai hukum, serta lebih praktis serta efektif belajar melalui Kitab Bulughul Marom ini
Takhrij
Arti takhrij yang dimaksudkan disini adalah, mengarahkan posisi atau lokasi hadits. Sebagai contohnya dikatakan hadits ini diriwayatkan oleh Bukhari yang ada dalam shahihnya, At-Thobaroni dengan Mu’jam Al-Kabir nya, dll maka ini merupakan salah satu contoh takhrij. Terkadang takhrij disertai dengan penilaian status hadits, apakah hadits tersebut shahih, dhoif atau bahkan hadist palsu
Dengan adanya takhrij, maka hadist akan tervalidasikan. Seperti yang sering dijumpai, Jaman sekarang ini banyak bermunculan suatu hadits, akan tetapi sangatlah tidak jelas apakah hadits itu merupakan asli atau merupakan hadits yang dikarang secara asal asalan. Jadi, takhrij pada kitab Bulughul Maram telah mempunyai lisensi sebagai hadits yang jelas dan benar.
Syarah Kitab Bulughul Maram
Sampai saat ini, Banyak kitab syarah Bulughul Maram, Beberapa kitab tersebut antara lain:
Kitab Al-Badru At-Tamam yang telah dikarang oleh Al-Maghribi. Kitab yabg satu ini merupakan kitab syarah dengan penjabaran luas untuk Kitab Bulughul Maram. Penjelasan takhrij pun juga sangat terbilang luas.
Kitab Subulu As-Salam yang merupakan karangan dari Ash-Shon’ani. Kitab Subulu As-Salam merupakan riingkasan dari Al-Badru At-Tamam. Kitab ini merupakan kitab yang paling populer sebagai syarah dari Kitab Bulughul Marom.
Kitab Nailu Al-Author yang merupakan karangan dari Asy-Syaukani. Kitab ini sebenarnya bukan merupakan syarah dari Kitab Nulughul Marom. Lebih jelasnya kitan ini merupaka syarah untuk sebuah kitab yang diberi nama Muntaqo Al-Akhbar yang merupakan karangan dari Abu Al-Barokat Abdus Salam Ibnu Taimiyyah Al-Harroni. Yang menjadi kitab ini masuk daftar sebagai syarah bulughul maram, karena kitab Muntaqo Al-Akhbar dari segi susunan sama persis dengan kitab bulughul maram, oleh karena itu syarah Asy-Syaukani pad kitab tersebut memberi manfaat yang cukup.
Bandung, 10 Januari 2023
Penulis adalah Ketua Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Samiyah Amal Insani, Panti Asuhan di Bandung




