oleh Herri Permana
Hal yang sudah tidak dapat dipungkiri lagi, bahwasanya kitab Al Bidayah wan Nihayah tentunya sudah tidak asing lagi di telinga sebagian para umat muslim terutama bagi para santri yang menempuh pendidikan jalur pesantren, selain kitabnya sang penulisnyapun juga tidak asing lagi di telinga-telinga umat muslim beliau adalah Imam Ibnu Katsir
Beliau juga sangat dikenal dengan salah satu kitab karangan beliau yaitu kitab Tafsir Ibnu Katsir yang dimana sebagian par ulama besar serta terkemuka telah mengakui dan menyepakati, bahwasannya tafsir ibnu katsir ini merupakan salah satu kitab tafsir yang terbaik yang pernah ada.
Sekilas Kitab al Bidayah wan Nihayah
Dan Kitab yang akan dibabahas dibawah ini merupakan mahakarya dari Beliau yaitu Kitab Al Bidayah Wan Nihayah
Kitab Bidayah wa An-Nihayah karya dari Imam Al Hafidz Ibnu Katsir merupakan salah satu dari sekian kitab terbaik sepanjang sejarah islam yang menjadi pondasi penulisan sejarah Islam dan bangsa Arab.
Kitab al bidayah wal nihayah ini telah menjadi rujukan pintu masuk dari berbagai penulisan mengenai sejarah , yang dimana kitab al bidayah wa an-nihayah ini penulisannya dilakukan pada akhir abad ke 8 Hijriyah.
Disamping hal tersebut, Kitab al bidayah wan nihayah ini merupakan sebuah karya seorang’ ulama yang merupakan pakar di dalam bidang ilmu hadits serta seorang yang mempunyai pemahaman luas mengenai ilmu hadits, Beliau telah mampu untuk dapat memperjelas kedudukan dari hadits dan telah menulis berbagai dasar dan pokok dari ilmu hadits.
Kitab al Bidayah wan Nihayah ini adalah ensiklopidia sejarah yang paling lengkap pada zamannya, atau bahkan sampai saat ini. Membacanya anda seakan diajak safari sejarah, tidak hanya menjelajahi tahun demi tahun perjuangan Rasulullah Saw dalam berdakwah, tapi juga penciptaan alam semesta, peradaban manusia serta bangsa-bangsa besar yang dulu telah punah sehingga kita hanya bisa menelusuri jejak-jejaknya di muka bumi.
Tidak hanya mengulas awal mula peradaban manusia, Nabi-nabi dan umat terdahulu, Ibnu Katsir juga mencoba mengumpulkan mengenai informasi tentang awal mula penciptaan Arsy, bumi, langit malaikat, jin dan iblis pada bab pertama kitabnya.
Sejarah tentang Arsy hingga masa fatrah beliau bicarakan pada awal pembahasan dalam kitabnya. Ia juga menyinggung tentang bagaimana awal mula penciptaan Nabi Adam, hingga cerita-cerita Nabi dan rasul hingga sejarah mengena Bani Israil, dan keadaan umat-umat yang kepadanya para rasul diutus.
Masa Jahiliyah hingga sampai masa Kenabian Rasulullah Saw. Dengan sangat apik, Ibnu Katsir menggambarkan bagaimana keadaan sosial dan peradaban bangsa arab semasa Rasulllah belum diutus menjadi Nabi.
Pada bab-bab selanjutnya beliau merunutkan sejarah berdasarkan peristiwa-peristiwa yang terjadi pada tahun hijriyah. Seperti peristiwa penting dan renteran sejarah yang terjadi dari tahun pertama hijriyah hingga tahun 767 Hijriyah.
Pada bab terakhir beliau menutupnya dengan pembahasan hal-hal yang terjadi di masa depan, seperti ciri-ciri hari kiamat, dan kejadian-kejadian besar menjelang terjadinya hari akhir.
Ibnu Katsir mengawali setiap pembahasan dalam kitabnya dengan menyebutkan data yang ada dalam Alquran lalu Hadis kemudian keterangan dari orang-orang yang terlibat dalam sejarah tersebut.
Dalam setiap tema yang dibahas, Ibnu Katsir berusaha mengumpulkan informasi dan data-data yang berserakan untuk melengkapi puzzle sejarah yang berserakan. Terkadang beliau juga menyertakan informasi dari kitab-kitab terdahulu atau israiliyyat selama cerita tersebut tidak bertentangan dengan informasi yang terekam dalam Alquran dan Hadis.
Â
Biografi Ibnu Katsir
Ismail bin Katsir, Mempunyai gelar lengkap Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi, Imaduddin Abu Al-Fida Al-Hafizh Al-Muhaddits Asy-Syafi’i merupakan salah satu seorang pakar atau pemikir serta merupakan ulama muslim.
Namanya lebih dikenal dengan nama Ibnu Katsir. Beliau dilahrikan pada tahun 1301 M tepatnya Busra, Suriah dan telah berpulang atau wafat pada tahun 1372 M di Suriah, Damaskus.
Tertulis pada catatan bahwa guru pertama dari Ibnu Katsir yaitu Burhanuddin al-Fazari, yang merupakan ulama penganut jalur mazhab Syafi’i. Beliau juga berguru kepada Ibnu Taymiyyah saat di Damaskus, Suriah, dan juga kepadanya Ibnu al-Qayyim. Dia mendapatkan pengarahan dari pakar hadis yang telah terkemuka di Suriah yaitu bernama Jamaluddin al-Mizzi, yang selanjutnya telah menjadi mertuanya.
Ibnu Katsir mendapati dan mendengar secara langsung hadis yang berasal dari ulama-ulama Hejaz serta berhasil memperoleh ijazah dari Al-Wani.
Pada tahun 1366, yang diberikan oleh Gubernur Mankali Bugha dan Ibnu Katsir diangkat menjadi guru besar untuk Masjid Ummayah Damaskus.
Ibnu Katsir wafat tidak lama setelah Beliau menyusun kitab dengan nama Al-Ijtihad fi Talab al-Jihad (Ijtihad Dalam Mencari Jihad) dan dimakamkan di samping makam gurunya yaitu Ibnu Taimiyah.
Karya – Karya Ibnu Katsir
ILMU HADITS
Ibnu Katsir merupakan ulama yang banyak menulis kitab mengenai ilmu hadis. Di antaranya yang telah terkenal dari karyanya adalah
Jami al-Masanid wa as-Sunan yang merupakan Kitab Penyatu Musnad dan Sunan yang terdapat delapan jilid didalamnya, berisi nama-nama sahabat yang telah berperan dalam meriwayatkan hadis
Al-Kutub as-Sittah merupakan kitab yang isinya terdapar enam hadis
At-Takmilah fi Mar’ifat as-Sigat wa ad-Dhua’fa wa al-Mujahal yang merupakan pelengkap untik mengetahui perawi yang dapat dipercaya, lemah atau kurang dikenal
Al-Mukhtasar yaitu merupakan ringkasan dari karya Muqaddimmah-nya Ibn Salah
Adillah at-Tanbih li Ulum al-Hadits yaitu buku mengenai ilmu hadis atau lebih para umat muslim sering menyebutkan dengan nama Al-Ba’its al-Hadits.
Ilmu Sejarah Yang Dikuasai Ibnu Katsir
Pada bidang ilmu sejarah juga telah dikuasainya. Beberapa karya Ibnu Katsir mengenai ilmu sejarah antara lain :
Al-Bidayah wan Nihayah yang artinya adalah Permulaan dan Akhir atau dikenal sengan nama lain Tarikh ibnu Katsir sebanyak 14 jilid
Al-Fusul fi Sirah ar-Rasul yaitu merupakan uraian tentang sejarah Rasul
Tabaqat asy-Syafi’iyah yaitu membahas Peringkat para ulama dengan Mazhab Syafii
Untuk Kitab sejarah yang dianggap paling terkenal serta paling penting adalah Al-Bidayah wa an Nihayah
Terdapat dua bagian besar mengenai sejarah yang tertulis menurut kitab Al Bidayah tersebut, yaitu sejarah masa kuno yang telah menuturkan serta dimulai dari riwayat penciptaan sampai dengan masa kenabian Rasulullah SAW serta menjelaskan sejarah Islam mulai dari periode dakwah Nabi ke Makkah sampai dengan pertengahan abad ke-8 H.
Kumpulan peristiwa yang berlangsung sesudah hijrah penyusunannya dibuat dengan berdasarkan tahun kejadian tersebut. Telah jelas tercatat, kitab Al-Bidayah wa an-Nihayah merupakan sumber utama terlebih untuk sejarah Dinasti Mamluk yang ada di Mesir. Dan wajar saja jika kitab ini seringkali dijadikan sebagai bahan rujukan didalam penulisan sejarah Agama Islam.
Kitab Al-Bidayah wa an-nihayah karya Al-Imam Ibnu Katsir. Berisi kumpulan sejarah-sejarah agama islam, sejarah Nabi, sejarah para sahabatnya serta kisah-kisah umat terdahulu. Dengan membaca kitab tentang sejarah Islam, para umat akan mengetahui berbagai kebenaran-kebenaran yang ada di zaman dahulu, tentang bagaimana Nabi dan para sahabatnya mendanyiarkab AgamIslam, tentang bagaimana pembebasan-pembebasan yang dilakukan pada masa dinasti umawiyah serta dinasti lainnya
Ilmu Tafsir
Ibnu Katsir telah menulis tafsir Qur’an yang terkenal dengan nama Tafsir Ibnu Katsir. Sampai detik ini, tafsir Alquran al-Karim sebanyak 10 jilid itu masih menjadi bahan rujukan bagi dunia Islam
Beliau juga telah menulis buku Fada’il Alquran (Keutamaan Alquran), yang berisi ringkasan sejarah kitab Alquran
Ibnu Katsir mempunyai metode sendiri dalam tafsir :
Tafsir yang paling terbukti kebenarannya adalah tafsir dari Alquran dengan Alquran sendiri.
Selanjutnya bila penafsiran Alquran dengan Alquran tidak diperoleh, maka Alquran akan ditafsirkan dengan hadis dari Nabi Muhammad SAW, sebab menurut Alquran sendiri Nabi Muhammad memang diutus untuk menjelaskan isi Alquran.
Jika yang kedua tidak diperoleh, maka Alquran harus ditafsirkan dengan pendapat para sahabat karena merekalah orang yang paling memahami mengenai konteks sosial ketika turunnya Alquran.
Jika yang ketiganya tidak dapat diperoleh, maka menggunakan jalan dengan mengambil pendapat dari para tabiin
Ilmu Fiqih
Dalam bidang ilmu fiqih, Ibnu Katsir menguasainya juga. Oleh orang yang sedang berkuasa, Ibnu Katsir sering untuk dimintai pendapat mengenai beragam persoalan-persoalan tata pemerintahan serta kemasyarakat yang telah terjadi di masa itu
Sebagai contoh kasus, saat dilaksanakan pengesahan pengambilan keputusan mengenai upaya pemberantasan korupsi pada tahun 1358 serta upaya rekonsiliasi yang terjadi setelahperang saudara atau peristiwa Pemberontakan Baydamur pada tahun 1361 dan dalam menyuarakan jihad 1368-1369. Selain itu, ia menulis buku terkait bidang fiqih didasarkan pada Alquran dan hadis.
Bandung , 13 Januari 2023
Penulis adalah Ketua Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Samiyah Amal Insani , Panti Asuhan di Bandung




