Lailatul Qadar hampir tiba dan merupakan momentum yang paling dinantikan sepanjang Ramadhan. Umat Islam dianjurkan untuk melakukan banyak ibadah dan amalan lailatul qadar di malam mulia ini demi mendapatkan malam yang lebih baik dari 1000 bulan. Namun, bagaimana dengan Muslimah yang sedang berhalangan atau haid? Sedangkan menurut fikih Islam, wanita haid dilarang melakukan ibadah, seperti salat dan juga puasa yang wajib dilakukan.
Islam sendiri adalah agama yang sangat ramah dengan perempuan. Bahkan haidnya seorang Muslimah yang dianggap menjadi masa-masa kotor, rupanya menyimpan banyak hikmah. Di antara hikmah haid adalah:
- Melatih wanita untuk tidak merasa jijik dengan cairan sperma. Sebagian wanita merasa jijik dengan sperma, tetapi setelah menikah seluruh Muslimah pasti akan berhadapan dengan cairan tersebut. Sehingga haid yang dianggap kotor juga merupakan cara berlatih untuk wanita agar akrab dengan cairan lain yang lebih menjijikan yaitu sperma.
- Melatih wanita untuk lebih rajin, tidak jijik, dan cekatan. Sebab, mengurus suami dan anak, akan membuat wanita harus membersihkan kotoran dan barang najis. Wanita Muslimah sendiri dilatih untuk menjadi rajin lewat darah haid.
- Makanan bagi janin di dalam rahim wanita. Darah haid berasal dari rahim mulia yang akan menjadi bakal tempat bayi tumbuh. Darah haid begitu mulia sebab sebenarnya merupakan “rumah” bagi makhluk ciptaan Allah.
Berikut ini adalah daftar amalan yang dapat dilakukan oleh wanita haid di malam Lailatul Qadar.
Memperbanyak Dzikir dan Mengagungkan Nama Allah
Bagi wanita yang sedang haid, berdzikir atau mengingat Allah adalah yang paling ringan, mudah, tetapi mendapatkan pahala yang luar biasa. Dalam Surat Al Ankabut Ayat 45 bahkan disebutkan bahwa mengingat Allah SWT dalam setiap keadaan merupakan sebuah amalan yang paling utama. Dzikir adalah amalan yang sempurna dengan sendirinya.
Imam At Tirmidzi bahkan sempat meriwayatkan tentang keutamaan dzikir, yang artinya:
“Dari Abdullah bin Busr radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya seseorang berkata, ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya syariat-syariat Islam sudah banyak bagiku, maka kabarkanlah kepadaku akan sesuatu yang aku (bisa selalu) berpegang dengannya. (Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam) bersabda, ‘(Hendaknya) lisanmu sentiasa basah (rathban) dengan dzikrullah (berdzikir kepada Allah).’”
Intensitas Doa dan Munajat di Malam Penuh Berkah
Allah SWT adalah dzat yang akan selalu mengabulkan doa dari para hamba-Nya. Berdoa memohon kebaikan di dunia dan di akhirat adalam amalan selanjutnya yang dapat dilakukan wanita haid di malam Lailatul Qadar.
Ada beberapa alasan mengapa wanita haid harus berdoa kepada Allah SWT meskipun sedang dalam keadaan haid:
- Karena Allah akan mengabulkan segala doa dan ini merupakan janji Allah sendiri.
- Karena Allah lah yang mengatur segala kehidupan dan manusia hendaknya hanya berserah diri kepada-Nya.
- Karena Allah menghendaki segala sesuatu, manusia cukup mendapatkan “Kun fa ya kun” dari Allah dan semuanya akan menjadi nyata.
- Karena sangat mudah bagi Allah untuk mengubah keadaan, mintalah maka akan dikabulkan.
- Karena doa merupakan bentuk ketakwaan hamba kepada Tuhan-nya.
- Karena doa akan menyelamatkan kita dari kesombongan.
Doa adalah penyelamat bagi setiap orang Islam. Doa merupakan ibadah paling mudah yang dapat dilakukan oleh Muslimah yang sedang dalam keadaan haid. Tidak perlu cemas jika tidak bisa berdoa dalam bahasa Arab, berdoalah sesuai dengan bahasa yang dipahami sebab Allah Yang Maha Mengetahui.
Mendengarkan dan Merenungi Bacaan Al-Qur’an
Membaca Al-Qur’an adalah amalan yang sangat dianjurkan untuk dilakukan di bulan Ramadhan, terlebih di malam Lailatul Qadar yang lebih baik dari 1000 bulan. Bahkan ada sebuah hadits yang menyebut bahwa 1 huruf dari ayat Al-Qur’an yang dibaca dihadiahi dengan 10 kebaikan. Namun bagaimana dengan wanita yang sedang haid?
Memang ada larangan bagi wanita haid untuk menyentuh, membawa, dan membaca Al-Qur’an sebab tubuh sedang tidak suci, sedangkan Al-Qur’an merupakan kita mulia yang harus diperlakukan dengan spesial.
Kendati demikian, tidak ada halangan bagi wanita haid untuk mendengarkan dan mengingat ayat-ayat Al-Qur’an. Wanita haid juga diperbolehkan untuk menyentuh buku Tafsir Al-Qur’an.
Menghidupkan Malam dengan Muhasabah Diri
Muhasabah berasla dari bahasa Arab yang artinya menghitung-hitung, melakukan instropeksi diri, mengoreksi diri, dan mengingatkan diri. Ini adalah bentuk ibadah lainnya yang dapat dilakukan oleh wanita haid di malam Lailatul Qadar.
Muhasabah akan membantu seorang muslim dalam melakukan amal-amal yang terbaik demi mendapatkan kehidupan akhirat yang jauh lebih baik. Hal ini penting sebab akhirat merupakan tempat abadi yang akan menjadi tempat tinggal kita nantinya.
Perintah untuk melakukan muhasabah diri sudah tercantum di Suart Al Hasyr Ayat 18 yang artinya:
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”
Memperbanyak Istighfar dan Memohon Ampunan Atas Dosa
Memperbanyak istighfar dan memohon ampunan atas dosa yang telah dilakukan maupun dosa yang akan dilakukan, sebab manusia memiliki banyak kekurangan, adalah ibadah selanjutnya yang dapat dilakukan wanita haid di malam Lailatul Qadar.
Perintah memperbanyak istighfar dan memohon ampun telah ada di Al-Qur’an Surat Hud Ayat 52 yang artinya:
“Wahai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu kemudian bertaubatlah kepada-Nya! Niscaya Dia akan menurunkan untukmu hujan yang sangat deras, menambahkan kekuatan melebihi kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling menjadi orang-orang yang berdosa.”
Berbuat Kebaikan dan Sedekah dengan Niat Tulus Sebagai Amalan Lailatul Qadar
Amalan lailatul qadar lain yang dapat dilakukan oleh Muslimah yang sedang haid di malam Lailatul Qadar adalah dengan terus berbuat kebaikan, bukan untuk mendapatkan balasan tetapi demi mengharap ridha Allah SWT. Bersedekah dengan niat yang tulus juga disarankan untuk dilakukan.
Sedekah adalah amalan yang akan langsung dibalas oleh Allah SWT. Nabi Muhammad SAW pernah bersabda, bahwa Allah SWT bersabda, “Wahai anak Adam, bersedekahlah, maka aku akan mencukupimu.” (HR. Bukhari Muslim)
Bahkan ada yang bilang, jika kita belum mampu bersedekah dengan harta benda, maka cukuplah untuk kita bersedekah lewat senyum dan wajah yang selalu ceria.
Menjaga Lisan dan Perbuatan dari Hal yang Sia-Sia
Allah SWT menganugerahkan kepada manusia berupa mulut yang hendaknya selalu dijaga, terutama di bulan Ramadhan. Bagi para wanita yang sedang haid, menjaga lisan dan perbuatan yang sia-sia adalah salah satu jenis ibadah yang dapat dilakukan.
Dalam Al-Qur’an Surat Al Isra’ Ayat 36, Allah SWT pernah bersabda yang artinya:
“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.”
Dalam Islam, menjaga lisan dan sikap tercela memiliki banyak manfaat, seperti dijanjikan surga, diharamkan dari neraka, mendapatkan kedudukan tinggi sebagai Muslim, dijauhkan dari kebinasaan, merupakan salah satu sedekah yang banyak mendapatkan pahala, meningkatkan iman, sampai diangkat derajatnya oleh Allah SWT.
Demikian beberapa amalan lailatul qadar yang dapat dilakukan oleh wanita haid di malam Lailatul Qadar demi mendapatkan kebaikan dan kebajikan di malam yang lebih baik dari 1000 bulan. Jadi, tidak ada alasan bagi Muslimah untuk tidak beribadah, sebab banyak sekali ibadah yang dapat dilakukan meski sedang berhalangan.
Bandung, 23 Maret 2025
Penulis adalah Ketua Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Samiyah Amal Insani , Panti Asuhan di Bandung
Sumber:
https://islamqa.info/en/articles/70/virtues-of-laylatul-qadr
https://muslim.or.id/78371-keutamaan-berdzikir-mengingat-allah-di-setiap-keadaan.html
https://www.cahayaislam.id/mengapa-kita-harus-berdoa/
https://tafsiralquran.id/pentingnya-muhasabah-dan-perintah-dalam-al-quran-dan-hadis/
https://islamqa.info/en/answers/36783/ahadith-about-the-virtue-of-sadaqah-charity
https://dalamislam.com/akhlaq/keutamaan-menjaga-lisan-dalam-islam
https://islam.nu.or.id/thaharah/pengertian-dalil-dan-hikmah-haid-HfLv2




