Oleh : Fathonah K Daud
Temans….
Ini sekedar cerita yaa…
Tentang Dampak Gadget
Setahun lalu saat kami berkunjung dan ngobrol dg istri kolega yg bercerita, bhw cucunya mengalami keterlambatan bicara. Usianya saat itu masuk 3 tahun lebih. Bahkan, tambahnya, bukan hanya cucunya saja, beberapa anak tetangganya yg seusia cucunya jg ada yg demikian.
Mendengar cerita itu sy penasaran, lalu kutanya, apakah ananda tersebut sering main Gadget atau gawai? Jawabnya, iya betul. Selain itu katanya, selama kehamilan anak2 tersebut di masa Pandemi Covid-19.
Kebetulan kemarin pasca lebaran ini sy kedatangan tamu kok ya punya cerita yg mirip:
Tamu (A), anaknya umur 5 tahun, belum jelas bicaranya sehingga susah difahami kemahuannya. Pembicaraan ya hanya dapat difahami ibu atau saudaranya. Selain itu anaknya super aktif dan cerdik. Gemar main mobil2an, suka bongkar pasang mobil2 mainannya, susah dikendalikan apabila ingin sesuatu, harus dituruti, jika tidak dia akan mengamuk. Saat mengamuk sy menyaksikan dg suami, semua benda di depannya dilempar/dibanting, disuguhi oren dibuang di lantai, hidangan berupa toples kaca harus dijauhkan, semua air minum di depannya yg utk tamu dicoblosi sesukanya. Untung anaknya ganteng menggemaskan, jd perangainya bikin lucu aja… Sy dg suami ketawa melihatnya
Tamu (B), anaknya sdh umur 7 tahun, dg pendengaran normal, terbukti jika dipanggil ia dengar dan jika diarahkan dia faham. Cuma blm bisa bicara. Ingin sesuatu ia datang dg bahasa isyarat, tanpa suara, kira2 begitu.
Semua anak2 yg sy ceritakan ini secara phisicly sehat dan normal. Tiada tanda-tanda istimewa, bahkan tamu A ini anaknya hiperactive dan jenius. Menurut cerita ortunya, sering mengerjakan hal2 yg di luar dugaan, utk ukuran seumurannya.
Masak iya era Covid berpengaruh pada janin? Tp anak2 tersebut fisiknya sehat. Apa ini gangguan anak2 orang berduit?hehe…
Dalam pengamatan sepintas sy, kebetulan anak2 tersebut rata2 dibesarkan dari keluarga berada, bukan stunting (tidak kekurangan gizi) tentunya.
Apakah Dampak Gadget Dapat Mempengaruhi Tumbuh Kembang Anak dan Balita?
Ini persoalan serius zaman now yg mulai menyerang Gen Alpha (generasi lahir 2010-2025). Hal ini akibat tiada kontrol yg ketat dan kurang pengawasan dr orang tuanya. Mereka lebih banyak berinteraksi dg gadget, terpapar games yg bikin candu, dan terintegrasi dg teknologi. Harus sy sampaikan, sy memang bukan pakar bidang anak2, jg bukan ahli gizi anak dan bukan psikolog. Tp dari cerita2 di atas, secara spontan sy melakukan pengamatan sepintas, menunjukan bhw gadget positif dapat mempengaruhi tumbuh kembang dan mengalihkan konsentrasi anak2 balita. Saking keseringan pegang gadget, mereka menjadi lebih fokus melihat (mata) dan pendengaran (telinga) saja.
Akibat konsumsi digital berlebihan, anak2 menjadi kurang aktivitas fisik, kurang berinteraksi dg persekitaran dan minus dorongan latihan verbal. Anak2 demikian jelas lebih banyak menatap layar atau mendengarkan daripada beraktivitas sosial atau berkomunikasi. Keadaan ini jelas berpengaruh pada perkembangan bicara anak, berdampak pada karakternya (bermasalah sosial), termasuk kesehatan kognitifnya terganggu, karena tanpa melibatkan interaksi komunikasi (dialog) secara langsung. Padahal belajar bicara/bahasa yg efektif adalah dipraktikkan secara spontan.
Tapi betulkah demikian?
Sy berharap ada komentar pencerahan soal ini dari banyak perspektif di sini. Oleh itu, sy akan berterima kasih pada teman2 yg berkenan beri komentarnya…. Hal ini jg tentunya dapat menjadi informasi penting bagi lainnya yg kebetulan ada atau akan mempunyai anak2 usia balita.
Terima kasih

Penulis adalah Wakil Rektor III at Universitas Al-Hikmah Indonesia




