oleh Siti Samiyah
Syariat Islam yakni sebuah aturan dalam hidup yang paling sempurna serta lengkap. Didalamnya terdapat berbagai aturan yang menyinggung seluruh persoalan umat manusia, dan salah satu aturan tersebut yakni adab berpakaian bagi perempuan.
Agama Islam merupakan agama yang bisa dikatakan universal, dimana agama ini telah mengatur seluruh kehidupan umatNYA dari berbagai aspek. Aturan-aturan syariat tersebut bertujuan agar terciptanya kemashlatan bagi umat beragama. Tidak terkecuali dalam aturan syariat terkait mengenai berpakaian terlebih bagi umat perempuan yang sampai saat ini masih menarik untuk diperbincangkan.
Agama Islam sendiri memberikan perhatian yang sangat besar terhadap umat perempuan. Semisalnya dalam aspek adab berpakaian bagi perempuan, Islam memberi penegasan yang banyak mengenai adab berpakaian. Hal berlandaskan, karena Agama Islam memberi kemuliaan yang tinggi bagi perempuan sebagai makhluk Allah yang terdapat keindahan, keistimewaan bahkan kasih sayang yang melimpah
Di dalam menggunakan busana muslim untuk, terlebih bagi kaum perempuan, hal itu mampu membuat kecantikan dan keanggunan seorang tersebut menjadi meningkat. Bagi seorang muslim khususnya perempuan maka harus memahami dan mengetahui hukum adab penggunaan pakaian. Didalam ajaran Islam sangat diwajibkan untuk menutup aurat terutama bagi seorang perempuan. Karena aurat sendiri merupakan bagian tubuh dari manusia yang tidak boleh terlihat dan dilarang untuk memperlihatkannya kecuali ada syarat tertentu, hal itu berlaku untuk laki -laki maupun perempuan.
Di Dalam Al-Qur’an sendiri, Allah SWT menjelaskan dan mewajibkan seorang perempuan untuk selalu menutup auratnya. Bahkan perempuan yang menampakkan sebagian atau keseluruhan aurat, berbusana tipis dan terlihat bentuk tubuhnya, maka akan mendapatkan ancaman yang keras dari Allah SWT
Sebaiknya bagi seseorang muslim gunakanlah pakaian yang sesuai, dengan maksud berpakaian yang sopan yang menutup aurat maka merupakan cerminan seseorang perempuan itu sendiri terlebih bagi yang beragama islam. Di dalam Islam tidak menetapkan bentuk atau warna pakaian untuk dipakai, baik saat beribadah ataupun terlepas dari ibadah. slam hanya menetapkan bahawa pakaian itu haruslah bersih, menutup aurat, sopan dan sesuai dengan akhlak sesorang itu sendiri. Berikut beberapa adab berpakaian untuk perempuan.
Adab Berpakaian Menutup Aurat
Hal yang paling utama didalam adab berpakaian seorang perempuan yang sesuai syariat islam yaitu menutup aurat. Hal ini sejalan dengan tujuan utama dari pakaian itu sendiri, yaitu sebagai penutup tubuh sebagai pembeda antara umat manusia dengan binatang. Semakin seseorang perempuan menjaga auratnya, akan semakin mulia di mata Allah SWT dan manusia
Aurat bagi seorang muslim perempuan yaitu meliputi seluruh anggota tubuh/ badannya, kecuali wajah, tapak tangan dan tapak kakinya. Maka dianjurkan untuk berpakaian menutupi aurat tersebut bagi perempuaan umat muslim
Tidak Menggunakan Pakaian Minimalis
Menggunakan pakaian yang minimalis bagi seorang perempuan sangat tidak dianjurkan sehingga menampakkan bentuk tubuh dan tidak memenuhi syarat dalam hukum menutup aurat yang diajarkan oleh agama Islam. Selain menampakan warna kulitt, pakaian minimalis juga dapat mengundang hawa nafsu bagi seseorang yang melihatnya.
Menggunakan Pakaian Yang Tidak Ketat
Dengan mengikuti adab ini, Tujuannya tidak bukan dan tidak lain adalah supaya tidak kelihatan bentuk tubuh badan yang dapat merangsang lawan jenis sehingga muncul siasat untuk bermaksiat
Adab dalam berpakaian bagi perempuan dalam Islam tidak hanya mengenai hal menutup aurat saja, melainkan juga wajib menutupi bentuk tubuh si pemakai. Dengan begitu, pakaian tersebut mestinya harus longgar dan tidak melihatkan lekukan ketika sedang bergerak. Pasalnya saat ini banyak bahan pakaian yang mudah jatuh dan menempel pada permukaan kulit
Sebagai beberapa contoh pakaian perempuan yang benar menurut syatiat Islam yaitu gamis yang tidak mempunyai kerutan pada bagian pinggang, celana atau rok yang tidak ketat, atasan berupa baju yang memiliki lengan panjang sampai dengan pergelangan tangan, dan jenis produk pakaian lain yang tidak ketat dan secara penuh menutup seluruh aurat perempuan yang memakainya
Salah satu Seorang ulama’ dengan tegas menyatakan, bahwa seorang perempuan yang menggunakan pakaian tertutup namun memperlihatkan bentuk tubuhnya, maka dihukumi seperti dengan memperlihatkan aurat. Dengan demikian, perempuan tersebut tidak menjalankan perintah dalam adab berpakaian menurut islam.
Namun yang terjadi di Indonesia, saat ini, fenomena perempuan menggunakan baju muslimah namun menampakkan lekuk tubuh sangatlah sering sekali kita jumpai ditempat umum, misalnya pada pusat perbelanjaan, beragam penyelenggaraan acara, hingga konten media sosial. Dengan populernya gaya berpakaian seperti sekarang ini perlu diperhatikan bagi muslim perempuan untuk memgingatkan sesama dalam adab berpakaian dengan sopan yang telah diatur dalam islam.
Memakai Pakaian Dengan Ukuran Yang Pas
Mengenai Adab berpakaian bagi perempuan muslim selanjutnya yaitu menggunakan pakaian yang mempunyai ukuran, dalam hal ini yaitu tidak terlalu memakai pakaian kecil atau besar.
Bahwasannya jika menggunakan pakian yang terlelu kecil bentuk tubuh perempuan tersebut akan tercetak, sedangkan jika menggunakan pakaian dengan ukuran terlalu besar membuat penampilan pemakainya menjadi krang rapi dan kurang enak dipandang.
Dalam hal berpakaian yang baik diantaranya tidak hanya berkaitan dengan menutup aurat sebagai perintah agama, melainkan mengenai seberapa pantas pakaian yabg digunakan oleh kaum perempuan. Dalil ini berkaitan dengan sebuah hadist qudsi yang menyatakan bahwa “Sesungguhnya Allah itu Maha Indah dan suka terhadap keindahan.” hal ini yang menjadi landasan bagi seorang muslim perempuan untuk berpakaian yang pantas
Tidak Menggunakan Pakaian Yang Transparan
Adab ini hampir sama dengan larangan menggunakan pakaian yang berpotensi memperlihatkan bentuk tubuh. Islam juga memiliki adab Tidak Transparan
Adab ini hampir persis dalam larangan berpakaian yang dapat memperlihatkan lekuk tubuh. Islam juga melarang keras berpakaian bagi perempuqn berupa memakai pakaian yang transparan. Karena percuma saja bila menggunakan pakaian yang menutup tubuh namun akan terlihat bagian dalam jika terkena sinar matahari atau sorot cahaya lainnya.
Secara tidak secara langsung hal ini dapat menjadi himbauan kepada setiap perempuan untuk memilih atau ingin membeli pakaian. Pilihlah pakaian denngan bahan yang tidak transparan maka tidak akan mengundang hawa nafsu bagi lawan jenis.
Tidak Menyerupai Pakaian Laki-Laki
Islam juga melarang bagi mereka perempuan berpenampilan menyerupai dengan laki-laki. Islam sangat memperhatikan batasan antara keduanya. Di dalam sejarah agama Islam, zaman dahulu, kejadian ini banyak dipraktekkan oleh kaum Nabi Luth yang mempunyai perilaku menyimpang yaitu gemar berhubungan dengan sesama jenis
Kaum ini merupakan kaum yang ingkar dan tidak patuh terhadap himbauan Nabi Luth AS atas pebuatan yang dilakukan oleh mereka. Setelah Nabi Luth merasa putus asa dan menyerah, Allah SWT akhirnya murka menimpakan adzab yang sangat pedih terhadap umat tersebut musnah secara mengenaskan
Tidak Memakai Perhiasan Yang Berlebihan
Didalam adab berpakaian berpakaian untuk perempuan dalam Islam juga menegaskan supaya perempuan berbenampilan sederhana, simple, dan tidak memakai perhiasan yang berlebihan. Tujuan dari hal tersebut yakni, untuk menghindari rasa iri yang bisa saja dimiliki oleh orang lain. Selain itu, Dalam Islam juga memberi arahan agar tidak berlebihan dalam segala sesuatu termasuk dalam berpenampilan.
Hindarilah Kesan Pamer
Saat mengenakan pakaian, hindarilah tujuan untuk pamer. Contoh pamer diatas maksudnya adalah, Tidak menggunakan pakaian dengan maksud memamerkan kekayaan harta kepada saudara bahkan pada orang – orang sekitar. Maka disarankan untuk menggunakan pakaian sederhana saja ketika menghadiri acara pengajian dan sebagainya.
pengertian berpakaian sesuai. syariat Islam sesungguhnya tidak meliputi bagaimana bentuk ataupun model pakaian tersebut, namun niat si pemakai itu sendiri. Bila pengguna bertujuan untuk hal buruk, maka se indah apapun bentuk serta keindahan pakaian tersebut, tidak ada gunanya dan tidak dapat berpahala.
Memakai Pakaian Yang Serasi Dan Nyaman Dilihat
Para perempuan jangan melupakan bahwa dalam berpakaian bagi wanita, dianjurkan juga adanya keserasian jenis warna yang meliputi pakaian atasan, bawahan, hingga dalqm berhijab. Adab ini berkaitan dengan aspek estetika penampilan para perempuan dan islam juga menganjurkannya. Tidak dapat diabaikan, pakaian serasi dapat mempengaruhi keangguan seorang perempuan.
Sebaiknya dalam berpakaian, para perempuan muslim menggunakan warna yang tidak mencolok serta warna yang lembut, dan jangan mempunyai tujuan untuk dapat menarik laki laki. Menggunakan pakaian yang mudah menarik pandangan laki-laki sama saja telah mengingkari adab dari berpakaian itu sendiri, yaitu berfungsi menghindarkan dari hawa nafsu lawan jenis.
Memilih Pakaian Dengan Warna Yang Sesuai
Sebagai Contohnya sebaiknya gunakanlah warna-warna lembut termasuk warna putih yang terlihat bersih dan warna ini sangat digemari, disenangi dan sering menjadi pilihan Rasulullah SAW. Beliau juga bersabda : “Pakailah pakaian berwarna putih karena itu lebih baik, dan kafankan mayat kamu dengannya (kain putih).” (an-Nasa’ie dan al-Hakim).
Nyaman Saat Digunakan
Hal satu ini juga tidak kalah penting dari beberapa adab berpakaian bagi perempuan muslim yang sudah dijelaskan diatas, kenyamanan si pemakai sendiri merupakan aspek yang perlu dijadikan perhatian. Mendapatkan rasa kenyamanan diri berpengaruh besar pada kepercayaan diri si pemakai. Maka itu pilihlah pakaian yang sesuai syariat islam yang menurut Anda nyaman dan tidak menyalahi aturan seperti longgar dan jangan menggunakan bahan yang transparan.
Mendahulukan Sebelah Kanan Terlebih Dulu
Mulailah dari sebelah kanan apabila hendak memakai celana, baju dan sebagainya. Imam Muslim meriwayatkan daripada Saidatina Aisyah yang bermaksud: “Rasulullah lebih menyukai sebelah kanan dalam melakukan segala keadaan, seperti contoh dalam berjalan kaki, mengenakan sepatu atau sandal, termasuk dalam bersuci.
Dalam mengomentari hadits di atas, Imam Nawawi mengatakan, “Dalam hadits ini mengandung nilai akidah yang baku didalam syariat, yaitu segala sesuatu hal yang memiliki kemuliaan dan memiliki nilai, maka dianjurkan untuk mendahulukan yang kanan pada saat itu semisal hendak menggunakan baju, celana panjang, sepatu, masuk ke dalam masjid, bersiwak, bercelak, memotong kuku, menggunting kumis, menyisir rambut,mengucapkan salam sebagai tanda selesai shalat, membasuh anggota wudhu, keluar dari WC, makan dan minum, berjabat tangan, menyentuh hajar aswad dan masih banyak lagi.
Sedangkan hal-hal yang berkebalikan dari hal yang diatas dianjurkan untuk menggunakan bagian kirl sebagai contoh disaat memasuki toilet, dan disaat keluar mushola atau masjid, membuang lendir ingus, saat istinjak, disaat melepas baju, celana panjang, sandal, sepatu . Hal ini dikarenakan pada bagian kanan merupakan hal yang memiliki kemuliaan
Menggunakan Pakaian Bersih Dan Juga Wangi
Disamping mengenai bentuk pakaian dan segala niat baik ketika memutuskan menggunakan pakaian tersebut, hal yang perlu juga untuk diperhatikan yaitu jangan melupakan bahwa pakaian yang bersih dan wangi merupakan salah satu adab dalam berpakaian bagi umat Islam terlebih bagi perempuan.
Hal ini dianjurkan supaya tidak mengganggu kenyamanan orang lain disekitar terkait bau keringat dan kebersihan pakaian yang dikenakan. Meskipun hal ini merupakan sesuatu yang wajar dan sudah umum, namun islam sangat memperhatikan dan menganjurkan hal ini.
Berdoa Setelah Membeli Pakaian
Yang namanya rezeki memang telah digariskan Allah SWT untuk setiap umat manusia dengan diiringi dengan niat yang bersungguh – sungguh. Setiap manusia mempunyai porsi rezeki yang berbeda – beda karena Allah SWT maha adil tentunya tidak perlu dikhawatirkan lagi. Memperoleh atau mempunyai busana baru merupakan salah satu bentuk rezeki dari Allah SWT yang diberikan oleh umat manusia. Maka disaat dari itu hendaklah kita berdoa dan bersyukur.
Berdoa Ketika Hendak Melepas Pakaian
Ketika hendak melepas atau menanggalkan pakaian, Ucapkanlah “Pujian kepada Allah yang memberikan karunia berupa pakaian ini untuk menutupi auratku dan dapat membuat indah diri ini dalam kehidupanku, dengan menyebut nama Allah yang tiada Tuhan melainkan selain Dia. Sebagai seorang Islam, sewajarnya seseorang itu memakai pakaian yang sesuai menurut tuntutan agamanya.Karena sesungguhnya pakaian yang sopan dan menutup aurat adalah cermin seorang umat muslim yang sebenar benarny
Sedikit Catatan Mengenai Aurat Bagi Perempuan
Menutup aurat bagi setiap laki-laki dan perempuan mukmin hukumnya adalah wajib. Meskipun terjadi perbedaan pendapat oleh ulama terkait batasan apa saja yang meliputi aurat laki-laki dan perempuan, tapi pada titik besar, semuanya telah sepakat bahwa menutup aurat merupakan kewajiban.
Jika diperhatikan, aurat yang dimiliki perempuan lebih banyak daripada aurat laki – laki. Aurat bagi laki-laki hanya meliputi pusar sampai dengan lutut, sementara aurat bagi perempuan menurut islam yakni seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan menurut pendapat sebagian ulama.
Diantara maksud dan tujuan anjuran untuk menutup aurat, utamanya bagi perempuan dengan menutup sebagian besar anggota tubuhnya yang tidak boleh diperlihatkan kepada selain muhrimnya adalah untuk melindungi dan memuliakan perempuan itu sendiri
Pernah suatu hari terdapat sekelompok orang yang gemar melecehkan budak perempuan. Karena saat itu tidak terlalu jelas untuk mengetahui mana budak dan mana perempuan yang merdeka di saat malam hari., dalam kasus tersebut terjadi karena perempuan merdeka pun sangat kualahan untuk menghindari para lelaki hidung belang.
Lalu Allah SWT memerintahkan supaya perempuan mukmin untuk menggunakan jilbab sebagai pembeda antara perempuan merdeka dan perempuan budak. Bagi budak perempuan tidak diperintahkan berjilbab karena bisa membebani mereka. Sebagai mana Kita pernah mendengar, bahwasannya budak dibebankan pekerjaan oleh majikan mereka, sering keluar rumah untuk bekerja, sehingga sulit kalau mereka juga diwajibkan mengenakan jilbab.
Pada zaman itu, harus bertanggung jawab terhadap rumah tangga adalag laki-laki, sehingga perempuan lebih banyak di rumah. Dwngan demikian dianjurkan bagi para perempuan untuk mengenakan jilbab agar kemuliaannya terjaga serta terhindar dari gangguan laki – laki hidung belang.
Berbeda dengan jaman sekarang, para perempuan pada umumnya sekarang ini perempuan bebas berpergian kemana saja saat malam hari terutama, baik yang bekerja maupun yang menghadiri berbagai acara. Untuk itulah dianjurkan berpakaian sesuai syariat islam agar senantiasa terjaga keselamatannya terlebih saat berpergian keluar dari rumah
Penulis adalah Pengurus Alisa Khadijah – Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jawa Barat




