Kesenian Islam Khas Pesantren

kesenian islam

oleh Herri Permana

 

Salah satu kodrat manusia adalah memiliki kecenderungan terhadap seni. Dalam hal ini banyak di antara manusia yang memiliki jiwa seni, berkembang sesuai dengan bakat dan minat masing-masing Individu. Kesenian sendiri merupakan bagian yang sangat penting untuk pembentukan pribadi manusia, karena kesenian mempunyai fungsi yaitu untuk menghaluskan perasaan dan budi pekerti manusia, termasuk di dalamnya kesenian islam.

Islam yang dibawa sebagian dari orang Arab ke Nusantara juga membawa tradisi dan kebudayaan Arab itu sendiri termasuk dalam bidang kesenian. Tidak hanya itu bahkan instrumenya juga dibawa, walaupun tidak mudah menentukan kesenian tersebut pertama kali diperkenalkan di Nusantara. Banyak kesenian yang berpengaruh dari Arab adalah kesenian musik dengan instrumen rebana atau terbangan yang biasa disebutkan oleh masyarakat di Jawa. Alat musik tersebut yang biasa digunakan dalam hadrah, marawis dan qasidah. Berikut ini akan dijelaskan kesenian Islam yang juga menjadi ciri khas pesantren-pesantren di Indonesia yaitu kesenian hadroh, kesenian marawis dan juga kesenian qasidah beserta dengan perbedaanya.

Beberapa Kesenian Islam Yang Dikenal Masyarakat

Kesenian Hadroh

Kesenian Hadroh merupakan kesenian yang identik dengan kesenian Islam. Hadroh adalah kesenian Islam yang di dalamnya berisi shalawat kepada Nabi Muhammad SAW yang berguna untuk menyiarkan ajaran agama Islam. Dalam kesenian ini alat musik yang digunakan hanya rebana tidak ada yang lain. Kesenian ini selain untuk menyiarkan ajaran agama Islam juga digunakan sebagai hiburan.

Secara etimologi istilah hadroh memiliki arti yaitu “kehadiran”. Hadroh mengacu kepada jamaahnya yang di dalamnya dapat melakukan dzikir secara kolektif hal tersebut berlaku di dalam tasawuf. hadrah tersebut berarti kehadiran, akan tetapi kehadiran yang dimaksud adalah bukan kehadiran Allah SWT melainkan kehadiran Nabi Muhammad.

Syair-Syair Islami yang dibawakan saat bermain hadroh tersebut mengandung ungkapan pujian dan keteladanan dari sifat Allah dan Rasulullah. Dengan hal tersebut maka akan membawa dampak kecintaan terhadap Allah dan Rasull-Nya. Hadroh biasanya disemarakkan pada acara silam seperti Peringatan Maulid Nabi, Tabligh Akbar, dan perayaan hari besar islam lainnya.

Kesenian Marawis

Kesenian Marawis merupakan salah satu jenis musik perkusi yang dimainkan dengan cara ditepuk. Marawis disini memiliki unsur keagamaan yang kental dari berbagai lirik lagu yang dibawakan, yaitu berupa pujian dan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.

Kesenian Marawis berasal dari kawasan Kuwait, alat musik ini bermula dari dua alat musik yaitu hajir dan marawis dengan ukuran yang berbeda. Alat musik ini semacam sebuah rebana yang berukuran besar dan kedua sisinya dilapisi dengan kulit binatang.

Beberapa tahun yang lalu kesenian marawis belum populer seperti sekarang ini. Di Betawi sendiri seni Marawis hanya dapat dimainkan oleh orang-orang keturunan Arab. Bahkan ada yang menganggap bahwa kesenian Marawis ini hanya dapat dimainkan oleh mereka yang masih menpunyai keturunan Arab. Marawis dapat dimainkan untuk acara-acara keagamaan seperti Maulid Nabi Muhammad SAW dan arak-arakan pengantin, yang biasanya dilakukan oleh masyarakat Betawi.

Kesenian Qasidah

Qasidah berasal dari bahsa arab yang memiliki arti nyanyian. Akan tetapi maksud dari Qasidah ini merujuk pada lagu serta musik khasnya, yaitu lagu dengan syair-syair bertemakan agama Islam atau dakwah Islam. Qasidah sendiri merupakan kesenian dengan alat musik paling utama yang digunakan yaitu rebana, kecrek dan masih banyak lagi. Kesenian ini dapat dimainkan dengan lima atau enam orang dalam memainkan alat musik mulai dari yang berukuran kecil hingga rebana yang besar ditambah dengan kecrek.

Kesenian islam Qasidah ini lahir bersamaan dengan kelahiran Islam. Pertama kemunculan Qasidah ini ditampilkan oleh kaum Anshar dalam perjalanan hijrah dari tanah kelahiran (Makkah) ke Yatsrib (Madinah). Pada waktu itu sebagian dari kaum Anshar menyambut kedatangan Nabi serta menyanyikan lagu-lagu pujian di iringi dengan musik rebana. Lagu sanjungan dan lagu klasik tersebut masih dinikmati hingga sekarang.

Lagu Qasidah sendiri biasanya tentang islam dan mengajarkan untuk selalu mengingat Allah SWT. Seni Qasidah biasanya digunakan untuk acara Marhaban, yaitu acara menyambut kelahiran bayi, kemudian acara cukuran bayi yang berumur 40 hari dan pada hari besar islam lainnya. Qasidah lebih banyak berkembang di masyarakat yang memiliki budaya islam yang kental seperti pesantren-pesantren.

Perbedaan Kesenian Hadroh, Marawis dan Qasidah

Setiap kesenian tentu memiliki ciri-ciri yang berbeda menandakan suatu kesenian tersebut. Untuk mengetahui perbedaan dari kesenian Hadrah, Marawis dan Qasidah, berikut akan dipaparkan perbedaannya.

Kesenian Hadroh

Kesenian islam ini terdiri dari vokal, yang menjadi vokal biasanya orang yang memiliki suara merdu dan bagus atau pandai melantunkan ayat suci Al-Qur’an dan empat orang pemain rebana.

Kemudian alat musik yang digunakan yaitu alat musik Rebana, atau bisa disebut dengan terbang bass hadrah , tamborin, dan juga marawis. Rebana terdiri dari empat buah dengan ukuran yang sama dan dimainkan oleh empat orang dengan ketukan atau pukulan yang berbeda kemudian memunculkan nada yang indah.

Lagu yang digunakan dalam kesenian Hadroh biasanya diambil dari kitab-kitab dan kumpulan buku qasidah seperti kitab Simthud Duror, Al Barzanji dan kumpulan qasidah Islamiyah lainnya. Meskipun lagu yang digunakan sama, akan tetapi irama dari setiap grup tentu berbeda, terutama di daerah selatan yang menggunakan irama padang pasir, campursari, dangdut dan lainnya.

Kesenian Marawis

marawisKesenian islam Marawis dapat dimainkan minimal sembilan atau sepuluh orang. Setiap orang memainkan satu buah alat sambil bernyanyi, untuk memberikan semangat terkadang beberapa orang bergerak sesuai dengan irama lagu. Semua pemain pria dengan busana gamis dan celana panjang serta berpeci, akan tetapi juga ada wanitanya.

Alat musik yang digunakan yaitu hajir (gednang besar), marawis (gendang kecil), dumbuk (jimbe) yaitu sejenis gendang yang berbentuk dandang dan memiliki diameter yang berbeda setiap sisinya. Serta dua potong kayu bulat yang bediameter 10 cm. terkadang juga dilengkapi dengan tamborin dan krecekan simbal yang berdiameter kecil.

Lagu-lagu yang digunakan dalam kesenian islam Marawis ini adalah lagu yang berirama gambus atau padang pasir yang dinyanyikan dengan iringan jenis pukulan tertentu. Terdapat tiga jenis pukulan atau nada yaitu zapin, sarah dan zahefah.

Kesenian Qasidah

Pemain dari kesenian islam ini sedikitnya terdiri dari tujuh orang dimana anggota tersebut berada dalam posisi seorang atau beberapa orang penyanyi. Kemudian tiga orang pemain rebana kecil yang berfungsi untuk mengiringi dan mengatur lagu, dan tiga orang pemain rebana besar yang berfungsi sebagai harmonisasi lagu dan memberikan kepuasan rasa. Satu lagi seorang pemain kecrek yang berfungsi sebagai harmonisasi laras dan irama.

Alat musik yang digunakan adalah rebana dan mandolin disertai dengan alat-alat modern seperti biola, gitar listrik, keyboard dan flute. Rebana yang terbuat dari kayu dengan bentuk lingkaran yang dilobangi bagian tengah dan di tempel kulit binatang yang telah dibersihkan bulunya.

Lagu yang dinyanyikan yaitu mengandung unsur dakwah islamiyah dan nasihat-nasihat baik ajaran islam. Biasanya lagu tersebut dinyanyikan dengan irama penuh kegembiraan menyerupai irama Timur Tengah. Lagu Qasidah modern liriknya selain menggunakan bahasa Arab juga dibuat dengan basana Indonesia.

 

Bandung 10 Desember 2022

 

Penulis adalah Ketua Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Samiyah Amal Insani , Panti Asuhan di Bandung

 

Back to Article

 

Donasi Yuk
1