oleh : Herri Permana
Malfox and Mikayla adalah sebuah novel pertama yang ditulis oleh penerbit Aksara Sulastri. Novel ini diperankan oleh tokoh utama bernama Malfoy dan Mikayla yang bertemu di sebuah Panti Asuhan Gates. Novel ini bertemakan romance yang Malfoy adalah anak laki-laki yang bersifat pemurung yang enggan bermain bersama anak panti lain. Ia sudah diasuh di panti asuhan ini sejak ia masih bayi. Sedangkan, Mikayla digambarkan sebagai tokoh anak perempuan yang cantik.
Novel Malfoy dan Mikayla
Novel Malfoy dan Mikayla yang diterbitkan oleh Lovrinz Publishing ini kebanyakan berlatar di panti asuhan. Dimana pemilik panti itu bernama Mamih Gress, yang dikenal dengan tokoh yang tegas dan bijaksana. Malfox dan Mikayla, tokoh yang akrab bermain bersama. Mamih Gress pun ikut senang melihat keakraban mereka. Dalam novel Malfoy dan Mikayla, penulis Aksara Sulastri membuat bahasa novel dengan menggunakan bahasa sehari-hari yang logis. Selain itu, penulis sering menjelaskan latar novel dengan bahasa yang kongkret.
Dalam tebal buku novel sekitar 166 halaman, penulis menjelaskan cerita Malfoy dan Mikayla 26 bab atau judul yang menarik. Selain Malfoy, Mikayla, dan Mamih Gress, tokoh lain dalam novel ini antara lain Mess Vee, Sekretaris Rey, Anastasya M., Mamih Smith, Juli, Sekretaris Rey, Papih Friday, Jons, Pak Hans, Asisten Dante, Nevil, dan Malfoy. Tokoh-tokoh tersebut dimunculkan dengan membawa karakter yang berbeda-beda dan terhubung dengan alur cerita yang dialami. Sehingga cerita bisa menyatu.
Novel Malfoy dan Mikayla, memiliki kelebihan pada alur cerita yang tergolong runtut dan judul bab yang menarik, misalnya Kehilangan, Pertemuan Rahasia, Salah Paham, Dua Hati, Membebaskan Mikayla, Misi Rahasia, Sepucuk Surat, dan Terungkap Semua Rahasia. Alur tempat yang digunakan juga bervariasi dan kebanyakan menggunakan nama kota di luar negeri. Misalnya, Panti Asuhan Grates, Las Vegas, Kota Nashville, Kantor Gold Friday, dan Univ. St.Marta. Kemudian, tokoh-tokoh dalam cerita juga mempunyai nama yang cukup menarik. Bahasanya pun mudah untuk dipahami dan komunikatif. Sedangkan rangkaian ceritanya dinarasikan dengan alur yang tidak mudah ditebak.
Aksara Sulatri berhasil menggambarkan tokoh dengan karakter yang menarik, meskipun dalam bentuk kalimat. Misalnya pada kalimat, Malfoy menyadari hal itu semenjak kehilangan sahabat kecilnya, Mikayla Ia ingin sekali mengulang masa lalu bersamanya. Dalam kutipan kalimat tersebut, dapat disimpulkan bahwa tokoh Malfoy mempunyai sifat yang penyayang.
“Ketika senja turun hujan begitu deras dan disertai dengan angin. Kota Nashville sedang mengalami musim dingin yang berlangsung selama 3,3 bulan, dari 3 Desember sampai 12 Maret, dengan suhu tertinggi harian rata-rata di bawah 9°C.” Dari kutipan paragraf di atas, menunjukkan isi novel ini menggambarkan bahasa latar cerita mempunyai presisi yang menyatu. Selain itu juga pada kalimat, “tiba-tiba saja orang asing dengan penutup wajah mencabut selang oksigen Papih Friday.
Aksara Sulatri berhasil mengaitkan alur cerita, latar, dan tokoh satu dengan tokoh yang lain dengan baik. Selain itu, terdapat paragraf yang cukup mendebarkan, yaitu ketika Malfoy ingin masuk ke kamar Mikayla dan disaat Mamih Gress datang Malfoy ingin bersembunyi. Akan tetapi, Mamih Gress melihat kejadian tersebut di CCTV. Namun, justru yang disalahkan oleh Mamih Gress adalah Mikayla. Kemudian, penulis juga menggabungkan alur ini dengan latar sedih, dimana Mikayla bungkam dan menahan tangis disaat ia harus dihukum akibat dari kesalahan Malfoy. Selain itu, dalam kalimat, “ Saat kita kehilangan seseorang yang penting di hidup kita, air mata memanggil kenangan waktu bersamanya terasa kurang.
Di samping kelebihan di atas, novel Malfoy dan Mikayla ini juga terdapat kelemahannya. Menurut saya, salah satu kelemahannya adalah terlalu banyak menggunakan percakapan terutama di bab-bab terakhir novel. Bahkan, dalam beberapa bab sebagian besar menggunakan percakapan, sehingga pembaca harus dapat menyiratkan sendiri kejadian-kejadian dalam percakapan tersebut. Selain itu, pada akhir novel tidak ada penutup akhir cerita yang berupa kalimat. Hal ini, tentu membuat pembaca kurang puas dengan cerita akhirnya.
Yang menarik dari ulasan cerita ini, pada tokoh Mikayla, ketika Malfoy menganggap kehidupannya tidak berarti. Gadis cantik berambut pirang yang bernama Mikayla datang meraih jemarinya. Merubah pandangan, jika hidup seseorang akan berarti ketika bersama dengan orang yang dicintai. Cinta itu terkadang buta. Membuat seseorang terus menerus membelanya meski sudah melukai hatinya. Dari hal ini dapat dipetik sebuah pelajaran bahwa cinta sejati dapat menyelamatkan kesusahan seseoang dalam kehidupannya.
Lewat aksara kutuliskan segenggam mimpi dalam do’a, kugapai tangan Mu Tuhan. Aksara Sulastri, perempuan Jawa yang lahir di Pemalang dan menyukai tantangan. Kecintaannya pada literasi membuatnya aktif mengikuti event penulis. Setelah melewati banyak kegagalan, penulis tidak pernah menyerah untuk terus mencoba. Salah satu novel dari Aksara Sulatri masuk dalam buku antologi “Menembus Batas Takut” di website Risalah. Dari hasil menulisnya Aksara Sulastri berhasil menghibur para pecinta novel.
Judul : Malfoy dan Mikayla
Penulis : Aksara Sulastri
Bahasa : Bahasa Indonesia
Penerbit : Lovrinz Publishing
Cetakan : Pertama, Oktober 2021
Tebal Buku : vi + 166 halaman
ISBN : 978-623-5598-61-1
Bandung 3 Desember 2022
Penulis adalah Ketua Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Samiyah Amal Insani , Panti Asuhan di Bandung




