Fathul Bari Kitab Syarah Bukhori Terbaik

fathul bari

Oleh : Herri Permana

 

Kitab Fathul Bari merupakan kitab syarah hadits Shahih Bukhari.  Dalam kitab ini, Ibn Hajar al-Asqalani menjelaskan masalah bahasa dan i’rab dan menguraikan masalah penting yang tidak ditemui dalam kitab lainnya, juga menjelaskan dari segi balaghah dan sastranya, mengambil hukum-hukum serta memaparkan berbagai masalah yang diperdebatkan oleh para ulama, baik menyangkut fiqih maupun ilmu kalam secara terperinci dan tidak memihak. Di samping itu, beliau mengumpulkan seluruh sanad hadits dan menelitinya, serta menerangkan tingkat keshahihan dan kedhoifannya.

 

Kitab Fathul Bari mempunyai muqaddimah yang bernama Hadyu al-Sari (هدي الساري). Muqaddimah ini amat tinggi nilainya. Seandainya ia ditulis dengan tinta emas, maka emas itu belum sebanding dengan tulisan itu

 

Fathul Bari merupakan Kitab yang mempunyai kedudukan penting pada kalangan ahlussunnah yang merupakan karangan  Al-Hafiz Ibnu Hajar Al-Asqalani. Kitab ini sangat masyhur dan telah dijadikan rujukan bagi kaum Muslimin baik dikalangan pesantren maupun pada kalangan muslim awam, karena merupakan Kitab Syarh atau penjelasan dari kitab Shahih Bukhari.

 

Kitab ini juga mempertemukan dua ulama terbaik dari segi hadits yang tingkat  keilmuan keduanya telah diakui secara kompeten oleh umat Islam. Dua ulama tersebut  Adalah Imam al-Bukhari, yang digelari dengan Amirul Mukminin dalam segi hadits,  dan Imam Ibnu Hajar al-‘Asqalani, yang diberi gelar al-Hafizh. Untuk Gelar al-hafizh memang diberikan untuk seorang pakar hadits yang dapat menghafal hingga 100.000 hadits, berpihak kepada yang benar memahami ilmu hadits maupun isinya. Mahakarya selain Fathul Bari adalah Bulughul Maram min Adillatil Ahkaam,

 

Kitab ini dikatakan sebagai kitab monumental karena kitab ini menggabungkan dua mahakarya  terbaik dalam segi hadits. Isi dari kitab ini adalah Shahih Al-Bukhari, yang telah diterima semua kalangan umat Islam. Mereka menyebut Shahih Bukhari untuk kitab yang sangat shahih setelah al-Qur-an dan diposisikan teratas daripada kitab hadits lainnya.

 

Maka harus ada kitab syarh sangat diperlukan untuk dapat memahami makna-makna yang terkandung di dalam Sahih Bukhari secara sah dan mendalam. Dan Fathul Bari lah yang merupakan syarah terbaik untuk memahami Shahihul Bukhari.

 

Al-‘Allamah Syaikh Muhammad bin ‘Ali al-Syaukani (1255H), penulis kitab Nailul Authar ketika diminta menulis kitab syarah bagi Shahih al-Bukhari, ia mengagumi Ibnu Hajar al-Asqalani. Ia mengutip sebuah hadits “La hijrah ba’dal fathi’” (Tidak ada hijrah setelah penaklukan Mekkah). Dia meminjam istilah dari hadits tersebut sebagai ungkapan bahawa tidak ada kitab syarah Shahih al-Bukhari yang melebihi Fathul Bari.

 

Masa kecilnya sebagai yatim piatu, Ibnu Hajar al-Asqalani kehilangan ibunya ketika masih bayi dan ditinggal wafat ayahnya waktu berusia 4 tahun. Ia kemudian diasuh oleh kakak tertuanya Az-Zaki Al-Kharubi yang kemudian juga wafat. Setelah itu ia diasuh oleh putranya Abu Bakar Muhammad bin Ali bin Ahmad Al-Kharubi dan juga Syaikh Syamsuddin Ibnu Al-Qaththa.

 

Ibnu Hajar pada usia 5 tahun memasuki maktab dan diajar oleh Shadruddin Muhammad bin Muhammad bin Abdurrazaq As-Safthi Al Muqri’ dimana Ibnu Hajar berhasil menghafalkan Al Qur’an di usia 9 tahun. Bahkan Ketika Ibnu Hajar berumur 12 tahun ia sempat ditunjuk sebagai imam shalat Tarawih di Masjidil Haram pada tahun 785 H.

 

Ibnu Hajar kemudian menuntut ilmu ke Mesir , Syam , Hijaz dan Yaman, dimana salah satu ulama besar yang menjadi gurunya adalah Al-Hafizh Al-Iraqi seorang ulama fiqh bermazhab Syafi’i.. Ulama besar lain yang menjadi gurunya diantaranya adalah Nuruddin Al-Haitsami dan Imam Muhibbuddin Muhammad bin Yahya bin Al-Wahdawaih’

 

Dalam usia relatif muda Ibnu Hajar dipercaya untuk mengajar di Markaz Ilmiah yang banyak diantaranya mengajar tafsir. Selain itu juga beliau mengajar di Al-madrasah Al-Husainiyah dan Al-Manshuriyah, mengajar hadits di Madaaris Al-Babrisiyah, Az-Zainiyah dan Asy-Syaikhuniyah dan lainnya. Membuka majlis Tasmi’ Al-hadits di Al-Mahmudiyah serta mengajarkan fikih di Al-Muayyudiyah dan selainnya. Beliau juga memegang masyikhakh (semacam kepala para Syeikh) di Al-Madrasah Al-Baibrisiyah dan madrasah lainnya

 

Dibutuhkannya waktu 25 tahun dalam menyusun kitab ini, pengarang mulai mengerjakannya sejak tahun 817 H dan saat itu Beliau berumur 44 tahun dan diselesaikan pada bulan Rajab 842 H. Mukadimah kitab ini berjudul Hadyus Sari, yang mencakup 10 pasal yang digunakan sebagai landasan untuk dapat memahami isi kitab tersebut.

 

Pada kitab ini, Ibnu Hajar al-Asqalani menjelaskan mengenai masalah bahasa dan i’rab dan, cara menguraikan masalah penting yang tidak dapat ditemui pada kitab lainnya,selain itu  juga menjelaskan dari segi balaghah dan sastranya, mengambil hukum-hukum serta pemaparan bermacam masalah yang diperdebatkan oleh para ulama, baik yang menyangkut fiqih maupun ilmu kalam secara terperinci sekalifua tidak memihak.

 

Di samping hal itu, beliau juga mengumpulkan seluruh sanad hadits dan melakukan penelitian, serta menerangkan tingkat keshahihan dan kedhoifannya. Semua itu merupakan bukti dari keluasan ilmu dan penguasaannya mengenai berbagai kitab hadits.

 

Bagi umat islam yang ada yang ada di pesantren maupun umat islam awam, perlu mengetahui, bahwasannya Kitab Fathul Bari inj mempunyai muqaddimah yang bernama Hadyu al-Sari. Muqaddimah ini mempunyai nilai yang tinggj. Seandainya itu ditulis dengan menggunakan tinta emas, maka emas itu belum sebanding dengan tulisan itu. Sebab hal tersebut merupakan kunci utama untuk dapat memahami Shahih dari al-Bukhari secara tepat.

 

Ketika Ibnu Hajar al-Asqalani mulai menulis kitab syarah ini, pada mulanya uraian dan pembahasan direncanakan akan ditulis panjang lebar dan terperinci, namun beliau khawatir jika sewaktu – waktu mendapat halangan yang berdampak bagi kitab tersebut. Dengan alasan itulah beliau menulis kitab syarah shahih Bukhari tersebut dengan cara sederhana namun tepat yang diberi nama Fathul Bari.

 

Setelah selesai menulis kitab syarah tersebut pada tahun 842 H, Ibnu Hajar al-Asqalani mengadakan resepsi akbar yang saat itu dihadiri tokoh-tokoh Islam dengan perbelanjaan sebanyak 500 dinar atau sekitar 250 pound Mesir. Kitab ini selalu mendapatkan sambutan positif dari para ulama, baik pada masa dulu maupun sekarang, dan selalu menjadi kitab rujukan bagi orang pesantren maupun muslim awam

 

 

Keistimewaan Kitab Fathul Bari

 

 

Perlu untuk diketahui secara mendalam bagi para umat islam yang ada di pesantren maupun yang merupakan muslim awam, Bahwasannya Terdapat beberapa keistimewaan yang terdapat dalam mahakarya ini diantaranya yaitu :

 

Beliau berjaya dalam mengumpulkan turuq al-hadits dan riwayat-riwayatnya. Ini dapat membantu untuk membuat tarjih dengan memandang sudut makna

 

Beliau juga berusaha bersungguh-sungguh dalam menjelaskan hubungan hadits dengan terjemahan al-bab, dan tujuan serta maksud al-Bukhari dalam mendatangkan terjemahan al-bab.

 

Dalam kitab ini juga terdapat faedah-faedah fiqih yang penting terlebih bagi santri di pesantren. Cara pendekatan ini sangat membantu pembaca untuk mengaitkan sesuatu hukum dengan dalil – dalilnya. Beliau juga mengulas isu-isu al-isnad dan periwayat hadits

 

Dalam hal menguraikan sesuatu hadits dalam shahih Bukhari , Ibnu Hajar merujuk kepada berbagai bab dalam kitab shahih dan juga kitab-kitab hadits yang lainnya. Selain itu dalam kitab tersebut juga menyebut beberapa individu yang berperan sebagai perawi hadits.

 

Ibnu Hajar juga mengingat secara detail berbagai teks hadits yang diriwayatkan oleh beberapa perawi hadits dan mengamati riwayat hidup mereka serta beberapa pandangan dan kritikan daripada perawi hadits dan menyebutkan faktor-faktor yang mempunyai perbedaan dalam berbagai riwayat.

 

Dalam mengupas tuntas mengenai kehidupan perawi, Beliau mampu mengurai dengan ejaan atau autografi terhadap nama dan hubungan perawi khususnya bagi mereka yang namanya sulit dibedakan ataupun yang kurang terkenal di kalangan umat muslim.

 

Kitab Fathul Bari telah dicetak dan diterbitkan di berbagai penerbitan ddi dunia/ Kitab ini terdiri dari beberapa jilid tebal yang berbeda bilangan jilidnya dari beberapa cetakan. Sebagai contoh, berdasarkan terbitan Dar al-Rayyan li al-Turath, Kaherah, bilangannya 14 jilid termasuk satu jilid muqaddimah-nya. Sementara terbitan Darul Kutub al-Ilmiyyah, Beirut sebanyak 18 jilid termasuk satu jilid muqaddimah dan satu jilid fahrasat (satu jilid isi kandungannya).

 

Perlu digaris bawahi bagi umat islam yang sedang menuntut ilmu di pesantren khususnya. Kitab ini merupakan karya yang luar biasa dan berguna dalam bidang syarah hadits , lebih-lebih lagi karya ini banyak sekali membantu para pembaca dalam memahami al-Jami’ as-Shahih al-Bukhari yang menjadi rujukan utama hadits-hadits shahih.

 

Itulah beberapa penjelasan mengenai kitab Fathul Bari yang dapat disampaikan, semoga bermanfaat bagi umat muslim, terlebih yang ada di Indonesia. Dengan memahami penjelasan diatas maka dapat ditarik kesimpulan, bahwa kitab ini merupakan mahakarya terbaik dari umat islam.

 

 

Bandung 21 Desember 2022

 

 

Penulis adalah Ketua Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Samiyah Amal Insani. Panti Asuhan di Bandung

 

Back to Article

 

 

 

 

 

 

 

 

Donasi Yuk
1