oleh : Herri Permana
Di antara kalangan para ulama yang mempunyai peran yang sangat besar didalam menjaga dan sekaligus menulis As Sunnah, Salah satunya adalah Imam Abu Zakariya Yahya bin Syaraf an-Nawawy ad-Dimasyqy (631-676 H) penyusun Kitab Riyadhush Shalihin.
Beliau telah memiliki maha karya dengan jumlah yang banyak serta bermanfaat dalam jenis pembahasan yang beraneka ragam. Karya-karya beliau telah memperoleh berbagai pujian dan sanjungan serta mendapatkan perhatian yang terbilang besar dari para ulama sehingga banyak mereka yang mempelajari, mengambil faedahnya dan mengutip dari karya-karya beliau tersebut untuk diajarkan serta diamalkan.
Dari sekian karya-karya yang telah beliau hasilkan ada salah satunya yang paling bermanfaat, terkenal dan tersebar di seluruh kalangan, karya teraebut adalah kitab “Riyadhus Shalihin”.
Kitab Riyadhush Shalihin atau yang mempunyai nama lengkap Riyadhush Shalihin min Kalaami Sayyidil Mursalin adalah salah satu mahakarya Imam Abu Zakariya Yahya bin Syaraf an-Nawawi atau lebih dikenal dengan sapaan Imam an-Nawawi. Kitab ini merupakan salah satu karya besar lingkup hadis yang sangat populer bagi para kaum Muslimin. Kitab ini terbilang sebagai kitab hadis yang lengkap serta terkenal di semua penjuru dunia.
Sebagian besar umat Islam di berbagai penjuru dunia menyambut kehadiran Riyadhush Shalihin dengan baik dan membacanya. Sehingga merupakan salah satub kitab yang bisa dibilang menjadi guru bagi para guru dalam membimbing serta memperbaiki umat. Sampai-sampai disetiap rumah orang muslim rata-rara terdapat kitab ini didalamnya.
Kitab Riyadhush Shalihin Karya Besar Kitab Hadis
Dalam kitab ini, Imam an-Nawawi mengarang serta menyusun hadis-hadis secara tertib dan juga mengklasikasikannya dengan baik, dengan diberikannya harakat untuk kata – kata yang samar, serta menjelaskan secara gamblang kata yang tidak umum didengar, sehingga tidak heran lagi jika kitab ini menjadi mahakarya yang indah, yang kuat segi peletakannya, telah didudukkan intisarinya, mudah dimengerti makna bahasanya, dan sangat banyak kandungan ilmu yang dikutip
Pada Kitab ini, Penulisnya mengambil materi dari kitab-kitab sunnah yang telah terbukti terpercaya seperti Shohih al-Bukhoriy, Muslim, Abu Daud, An Nasaa’i, At Tirmidziy, Ibnu Majah dan yang lainnya. Beliau atau sipenulis telah berjanji untuk tiidak memasukkan tulisan ke dalam bukunya selain hadits-hadits yang benar benar shohih dan beliau pun menjalankannya sehingga dalam kitab tersebut tidak dapat ditemui hadits yang lemah kecuali ada sedikit dan itu pun kemungkinan menurut sudut pandangan serta ilmu Beliau adalah shohih.
Kitab Riyadhush Shalihin terdiri dari satu jilid. Imam an-Nawawi telah membaginya untuk dijadikan beberapa kitab dan Beliau menjadikan setiap kitab sebagai judul bagi beberapa hadis yang telah tercakup pada beberapa bab berasal dari satu jenis. Kemudian Beliau menjadikan kitab tersebut untuk dijadikan beberapa judul. Imam an-Nawawi menjadikan bab sebagai judul bagi sejumlah hadis yang menunjukkan pada suatu masalah tertentu.
Kitab ini didalamnya terdapat sembilan belas kitab yang telah disebutnya secara menyeluruh, disamping pada kitab yang pertama, dan tiga ratus tujuh puluh dua bab. Imam an-Nawawi menyajikan pembukaan bab-bab dalam Riyadhush Shalihin disertainya dengan ayat-ayat al-Qur’an yang selaras dengan tema bab. Yang demikian itu, karena Sunnah adalah perinci untuk Kitab Al-Qur’an yang mulia, sekaligus untuk penjelasan dan juga keterangan baginya.
Kitab ini tidak perlu diragukan lagi kemasyhurannya dan merupakan kitab yang sangat besar manfaatnya bagi umat muslim, terlebihbagi mereka yang istiqamah berupaya untuk mewujudkann kesempurnaan ‘ubudiyyah (penghambaan diri kepada Allah).
Membaca dan mencermati kitab yang telah ditulis oleh tokoh ulama besar pada bidang hadis serta ilmu fiqih ini, Para kaum Muslimin dapat memperoleh sekalogus mengambil manfaat melalui berbagai risalah mengenai bermacam persoalan mendasar yang terdapat dalam hadis-hadis mengenai zuhud, olah jiwa, proses pembentukan akhlak, penyucian dan obat sekaligus penyembuhan hati, perawatan atau pengelolaan anggota tubuh, dan berbagai upaya guna memberantas penyelewengan, serta tujuan-tujuan baik lainnya. Lebih ke dalam lagi,
Kitab Riyadhush Shalihin memaparkan bermacam hadist fadhilah (keutamaan) yang mencakup waktu serta amal perbuatan, etika secara lahir batin, meliputi hukum antara halal dan haram, penggabungan kabar gembira serta ancaman, serta adab para umat yang sedang menempuh untuk menuju keredhaan Allah SWT.
Banyak para Ulama serta pencari ilmu telah mengambil dari Kitab Riyadhush Shalihin yang disusun tokoh besar ini dengan mempelajari dan mengamalkannya. Banyak ulama yang mempunyai peran besar guna mengupayakan perbaikan, telah ikut memberikan support atau dukungannya, tidak lupa juga bagi kendaraan-kendaraan mereka yang menginginkan kemenangan hakiki, bergegas dan berusaha dengan bersungguh – sungguh untuk mendatanginya; mereka mendatangi sumbernya yang jernih, menghirup aroma harumnya yang semerbak.
Di antara yang telah membaca dan memahami ada yang meringkas juga ada pula yang membersihkannya dari suatu hal yang dirasa kurang penting, serta ada juga mereka yang telah meneliti dan mengupayakan pendekatan supaya mudah untuk dapat dipahami. Disamping itu ternyata ada juga yang berupaya untuk menjelaskannya secara rinci.
Syarah Kitab Riyadhush Shalihin
Kitab Daliilul Faalihiin li Thuruqi Riyaadhish Shaalihiin yang merupakan karya dari Muhammad bin ‘Allan ash-Shiddiqi asy-Syafi’i al-Asya’ari al-Makki (wafat 1057 H).
Kitab Nuzhatul Muttaqiin Syarh Riyaadhish Shaalihiin yang merupakan karya dari Mushthafa Sa’id al-Khan, Mushtafa al-Bugha, Muhyiddin Mustu, ‘Ali asy-Syarbaji dan Muhammad Amin Luthfi.
Kitab Manhalul Waaridiin Syarh Riyaadhush Shaalihiin yang merupakan karya dari Shubhi ash-Shalih.
Daliilur Raaghibiin ilaa Riyaadhush Shaalihiin yang merupakan karya dari Faruq Hamadah.
Semua kitab yang telah telah tertulis diatas merupakan syarah kontemporer.
Ada juga syarah yang terbaru, yaitu:
Bahjatun Naazhiriin fii Syarhi Riyaadhush Shaalihiin yang merupakan karya dari Syaikh Salim bin ‘Ied al-Hilali. Kitab ini yang telah di Indonesiakan dan telah diterbitkan oleh Pustaka Imam asy-Syafi’i yang diberi nama judul Syarah Riyadhush Shalihin.
Kitab Riyadhush Shalihin telah memiliki keistimewaan tersendiri yang tidak dimiliki oleh kitab – kitab Sunnah lainnya. Kitab ini benar-benar suatu bekal bagi penasihat, permata bagi yang telah menerima nasihat, pelita bagi orang yang telah mengambil petunjuk dan tamannya bagi orang-orang sholih. Hal inilah yang menjadi alasan mengapa kitab ini telah mendapatkan kedudukan yang sangat tinggi bagi kalangan ulama sehingga mereka banyak yang memberikan syarah, komentar dan mengajarkannya melalui halaqoh-halaqoh mereka.
Akhirnya sudah tidak dapat untuk dipungkiri lagi, Bahwa Kitab Riyadush Shalihin merupakan kitab yang paling banyak telah tersebar dan banyak dimiliki oleh kaum muslim sehingga kemasyhurannya bisa dikatakan sudah melangit dan mendapatkan kedudukan yang tinggi bagi kalangan orang-orang khusus sekaligus orang awam, dan pada umumnya setiap masjid menjadikannya sebagai bahan bacaan yang akan dibacakan kepada makmum setelah melaksanakan ibadah sholat ataupun sebelum sholat.
Sekian ulasan singkat mengenai Kitab Riyadush Shalihin yang merupakan mahakarya dari Tokoh Ulama Besar yang bernama Abu Zakariya Yahya bin Syaraf an-Nawawy ad-Dimasyqy (631-676 H). Semoga dapat bermanfaat sebagai penambah wawasan.
Bandung 09 Januari 2023
Penulis adalah Ketua Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Samiyah Amal Insani, Panti Asuhan di Bandung




