oleh : Herri Permana
Ada banyak salah paham terhadap kaum feminis. Salah paham pertama adalah tuduhan bahwa feminisme adalah ideologi Barat. Feminisme bukanlah ideologi dari Barat karena Barat pun pada masa lalu menentang feminisme. Ketika terjadi Revolusi Prancis dideklarasikanlah Hak-Hak Asasi Manusia, tapi perempuan tidak termasuk di dalamnya karena dalam pandangan mereka perempuan tidaklah dipandang sebagai manusia utuh. Dan Marie Olympe Gauges pun kemudian mendeklarasikan Hak-hak Asasi Perempuan pada tahun 1791 dua tahun setelah revolusi dan ia pun kemudian dipancung oleh rezim Robespierre dan perempuan kemudian dilarang berpolitik. Perempuan Prancis baru mendapatkan hak-hak politiknya beberapa abad kemudian tepatnya pada bulan oktober 1946.
Salah Paham terhadap Feminisme
Ideologi feminisme pada dasarnya bukanlah ideologi yang berasal dari Barat melainkan berasal dari kemanusian. Idelologi yang hendak mendudukkan perempuan sebagai seorang manusia yang utuh yang setara hak haknya dengan kaum pria.
Salah paham kedua adalah menganggap kaum Feminis mengeluarkan perempuan dari ranah domestik dan menyuruh mereka bekerja sehingga mengabaikan keluarga. Yang menyebabkan perempuan bekerja bukanlah kaum feminis melainkan kaum kapitalis dan industrilialis. Timbulnya revolusi industri menyebabkan peranan otot tidak dominan lagi karena digantikan oleh mesin. Karena itu para pelaku ekonomi dan industri kemudian mulai memperkerjakan perempuan dan anak-anak sebagai operator mesin dalam proses produksi.
Dan pada masa itu ketika politik/ ekonomi etis yang dirumuskan oleh Adam Smith bapak kapitalisme belum menjadi perhatian para pekerja pabrik diperas tenanganya, mereka harus bekerja 14-18 jam sehari. Bahkan untuk buruh perempuan dan anak-anak mereka di gaji jauh lebih rendah dari standart buruh pria bahkan rata-rata mereka hanya dibayar separuh dari gaji pria. Buruh tambang bahkan lebih parah lagi, mereka harus bekerja  sepanjang waktu , bahkan buruh perempuan pun bekerja dengan bertelanjang dada dan mereka bahkan tidak pernah lagi melihat sinar matahari.
Pemogokan massal buruh perempuan pekerja tekstil dalam sejarah pertama terjadi tahun 1857 di New York, USA dimana pemogokan ini mendapat tindakan keras dan brutal dari pihak kepolisian. Keberhasilan pertama perjuangan buruh perempuan terjadi di Russia dimana pada tanggal 8 Maret 1917 di St Petersburg Russia terjadi pemogokan massal buruh perempuan yang dipimpin oleh Alexandra Kollontai yang akhirnya meluas ke  seluruh negeri. Dan tanggal ini kemudian diperingati sebagai hari perempuan internasional.
Dan disinilah peran kaum feminis.Kaum feminis tidaklah berusaha mengkampanyekan agar perempuan bekerja, tapi mengkampanyekan agar pekerja perempuan mendapat upah dan kondisi kerja yang lebih baik, menentang penggunaan tenaga anak-anak dalam proses produksi dan perlindungan terhadap hak-hak reproduksi mereka. Tuntutan bekerja maksimal 8 jam, diberi hak cuti ketika melahirkan dan haid, mendapat upah setara dengan pria untuk beban kerja yang sama dll adalah fokus perjuangan kaum feminis.
Jadi sekali lagi kaum feminis tidak menggerakkan kaum perempuan supaya bekerja tapi menggerakkan pekerja perempuan supaya sadar dan memperjuangkan hak-hak mereka.
Bandung 2 April 2002
Penulis adalah Sekretaris II Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Wilayah Jawa Barat (Periode 2000-2003) , Sekretaris Umum Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Keluarga Sakinah (LPPKS) Wilayah Jawa Barat (Periode 1997-2000)
Artikel ini di re-Post dari artikel lama yang juga di publish penulis
Saat ini penulis adalah Ketua Lembaga Kesejahteraaan Sosial Anak (LKSA) Samiyah Amal Insani , Panti Asuhan di Bandung




