Hadits Aisyah r.a Sejarah Pengumpulannya

hadits aisyah

oleh : Herri Permana

Hadits Nabi saw. merupakan sandaran dan sumber hukum kedua setelah al Quran, yang digunakan dalam menentukan berbagai hukum mengenai berbagai hal yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Dalam hal ini, hadits sering memainkan peran sebagai penjelasan langsung secara lisan dan perbuatan dari Nabi saw. terkait perintah Allah swt. dalam berbagai bidang kehidupan dan juga ibadah. Hadits Aisyah salah satunya sebagai istri Rasulullah s.a.w yang terkenal akan kecerdasannya hadis yang diriwayatkan olehnya menjadi terbanyak kedua.

Pada masa Nabi saw. dan tiga khalifah setelahnya, yaitu Abu Bakar ra., Umar ra., dan Utsman bin Affan, seluruh hadits Nabi saw. merupakan hadits dengan status shahih dan kuat. Namun, setelah munculnya fitnah pada akhir kekhalifahan Ali bin Abi Thalib ra. Sangat banyak hadits palsu yang dibuat oleh kalangan yang tidak bertanggung jawab.

Pemalsuan hadits-hadits tersebut membuat para ulama mengembangkan ilmu rijal hadits yang bertujuan untuk mendeteksi siapa saja yang menjadi periwayat dalam hadits-hadits yang beredar di kalangan kaum muslimin.

Hadits Pada Masa Hidupnya Nabi Saw.

hadisPada masa Nabi saw., hadits-hadits berupa perkataan, perbuatan, dan juga ketetapan Nabi saw. sebagian besarnya masih berada dalam bentuk hafalan dan ingatan dari para sahabat Nabi saw. Pada masa ini, Nabi saw. bahkan pernah mengeluarkan larangan untuk menulis perkataannya karena khawatir bahwa para sahabat akan membuatnya tercampur dengan al Quran yang saat itu masih dalam tahap penurunan.

Meskipun demikian, sebagian sahabat Nabi saw. diam-diam melakukan penulisan hadits sendiri di berbagai tempat, misalnya di pelepah kurma, di kulit, dan lembaran kertas tradisional. Pada masa ini, semua fokus penulisan diarahkan oleh Nabi saw. untuk membukukan al Quran. Keadaan seperti ini berlangsung hingga Nabi saw. wafat di Madinah.

Hadits Nabi Saw. Pada Masa 4 Khalifah

Periode ini berlangsung sejak wafatnya Nabi Saw. hingga meninggalnya khalifah Ali bi Abi Thalib ra. sebagai khalifah keempat setelah Abu Bakar ra. Umar bin al Khatab ra., dan Usman bin Affan ra.. Periode ini berlangsung dari tahun 11 Hijriyah hingga tahun 40 hijriyah yang dalam istilah para ulama hadits sebagai masa hidupnya sahabat besar.

Pada masa ini terjadi pembukuan al Quran secara resmi yang dilakukan pada masa khalifah Utsman bin Affan ra. Adapun kondisi hadits masih sama dengan kondisinya pada masa Nabi saw., yang masih tersimpan di hafalan para sahabat.

Hadits Nabi saw. Pada Masa Tabi’in

Pada masa tabi’in yang merupakan generasi setelah sahabat Nabi saw., sudah mulai muncul tradisi mempelajari dan mencatat hadits-hadits Nabi saw.. Tradisi ini merupakan buah dari sulitnya mendapatkan hadits-hadits Nabi saw. dengan luasnya dunia islam saat itu.

Pada masa ini, para tabi’in mendatangi daerah-daerah dimana di situ terdapat seorang sahabat Nabi saw. lalu mereka mempelajari hadits-hadits Nabi saw. darinya. Bahkan, mereka rela menempuh jarak perjalanan yang sangat jauh untuk mendapatkan satu demi satu hadits Nabi saw.

Pada masa ini, terdapat sangat banyak kota yang menjadi tujuan utama para tabi’in untuk mengumpulkan dan mencatat hadits-hadits Nabi saw., di antaranya yaitu kota Madinah, kota Mekah, Mesir, Syam, Basrah, kuffah, Yaman, Andalusia, Khurasan, Bagdad, dan lain sebagainya.

Hadits Pada Masa Tabi’ut Tabi’in

Generasi tabi’ut tabi’in adalah generasi islam setelah tabi’in, para tabi’ut tabi’in ini mempelajari hadits-hadits Nabi saw. dari para tabi’in yang tersebar di berbagai penjuru dunia islam. Pada masa inilah terpilih seorang khalifah yang kemudian melakukan perintah langsung pengumpulan hadits-hadits Nabi saw., yaitu Khalifah Umar bin Abdul Aziz ra.

Di bawah perintah langsung khalifah ini, terdapat seorang ulama yang diinstruksikan untuk mengumpulkan hadits-hadits Nabi saw. yang saat itu sudah banyak juga tersimpan dalam hafalan dan catatan para generasi tabi’in.

Pengumpulan Hadits Nabi saw. Secara Resmi

Periode ini secara garis sejarah merupakan bagian dari periode tabi’ut tabi’in yang bertepatan dengan kekhalifahan khalifah Umar bin Abdul Aziz ra. Pengumpulan hadits pada masa ini disebut resmi karena menjadi instruksi langsung dari khalifah kepada para gubernur yang ada di berbagai penjuru dunia islam.

hadisDengan adanya perintah tersebut, seluruh gubernur yang ada di bawah kekhalifahan Umar bin Abdul Aziz ra. bergerak melakukan pembukuan hadits dari hafalan tabi’in yang ada dan juga sisa para sahabat Nabi saw. yang masih hidup.

Pada masa ini juga proses penulisan hadits secara individu sudah sangat banyak dilakukan oleh kalangan ulama tabi’ut tabi’in yang secara mandiri menuntut ilmu ke berbagai belahan dunia islam. Berkat usaha tersebut, seluruh hadits-hadits Nabi saw. menjadi terjaga dan terseleksi dari kepalsuan hadits buatan yang sedang banyak beredar saat itu.

Sejarah Pengumpulan Hadits Aisyah ra.

Pengumpulan hadits-hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah ra. juga merupakan bagian dari perintah khalifah Umar bin Abdul Aziz ra. Tugas ini diamanahkan kepada seorang ulama besar dunia islam yang ada di Madinah yang bernama Abu Bakar ibn Hazm. Abu Bakar ibn Hazm merupakan seorang ulama hadits yang menjadi guru dari Imam Malik, Imam al Auza’i, Imam al-Laits, Imam Ma’mar, dan lain-lain.

Abu Bakar ibn Hazm diperintahkan langsung oleh khalifah Umar bin Abdul Aziz ra. untuk mencatat dan mengumpulkan semua hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah ra. dari Nabi saw. yang saat itu terkumpul dalam hafalan seorang wanita bernama Amrah bint Rahman ibn Saad Zurarah ibn Adis.

Amrah bint Rahman ibn Saad Zurarah ibn Adis merupakan seorang murid terbaik Aisyah ra. yang menjadi periwayat sebagian besar hadits darinya. Pada saat itu, Amrah binti Rahman ibn Saad Zurarah ibn Adis merupakan seorang ulama ahli fiqh dan penghafal hadits wanita yang sangat terkenal.

Jumlah Hadits Riwayat Aisyah ra.

Jika melihat jumlah hadits Aisyah ra. yang terdapat dalam kitab Musnad Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah, terdapat satu bab khusus mengenai hadits Aisyah ra. dengan jumlah riwayat sebanyak 2.421 hadis. Jumlah ini sudah merangkum seluruh jalur riwayat hadis dari Aisyah ra. yang disinyalir oleh Imam al asymawi dalam kitab Mushuah Hayat al Shahabiyah sebanyak 2210 hadis.

Derajat dan Kualitas Hadits Aisyah ra.

Hadits-hadits yang diriwayatkan dari Aisyah ra. saat dikumpulkan oleh Imam Abu bakar Ibnu Hazm merupakan hadits shahih yang terjamin kualitasnya. Hal ini karena pada saat itu posisi Imam Abu Bakar Ibnu Hazm merupakan orang yang menerima langsung dari Amrah binti Rahman ibn Saad Zurarah ibn Adis sebagai murid Aisyah ra..

Selain dari Amrah binti Rahman ibn Saad Zurarah ibn Adis, hadits-hadits Aisyah ra. juga banyak diriwayatkan oleh murid-murid dan kalangan keluarganya yang lain, misalnya yaitu:

1) Zubair bin Awwam;

2) Abu Salamah;

3) Abu Abdrurrahman al Qasim;

4) al Aswad;

5) Abdullah bin Syaqiq; dll.

Secara lengkap, keseluruhan riwayat tersebut bisa anda simak melalui Musnad Imam Ahmad bin Hanbal dalam Bab Musnad Aisyah ra.

 

Bandung , 08 Februari 2023

 

Penulis adalah Ketua Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Samiyah Amal Insani, Panti Asuhan di Bandung

 

Back to Article

Donasi Yuk
1