oleh : Herri Permana
Dengan memiliki nama lengkap yaitu Hindun binti Abu Umayyah Hudzafah bin Al-Hughirah Al-Qurasisyiyah Al-Makhzumiyah, wanita yang lebih dikenal dengan panggilan Ummu Salamah, merupakan salah satu perempuan beruntung karena telah diperistri Rasulullah saw setelah suami tercintanya, Abu Salamah, wafat pada saat Perang Badar.
Sebagian besar sejarawan mengatakan bahwa pernikahan Nabi Muhammad dengan Ummu Salamah terjadi pada bulan Syawal tahun 4 H. Dan merupakan salah satu pendapat yang telah dikemukakan oleh Imam Ibnu Katsir dengan cara metode mengutip sejarawan Al-Waqidi dalam Al-Bidâyah wan Nihâyah.
Ummu Salamah serta suaminya yaitu yang bernama Abu Salamah, merupakan pasangan kaum Muslim yang sangat taat dan memiliki peran besar didalam memperjuangkan dakwah yang dilakukan oleh Rasulullah saw pada masa awal. Mereka pernah berhijrah dua kali, keduanya pernah terlibat dalam suatu peristiwa hijrah ke Habasyah bersamaan dengan para sahabat lainnya untuk menyelamatkan akidah yang diperbuat para kaum musyrikin.
Setelah itu, kedua pasangan tersebut sempat kembali menuju Makkah lalu melakukan hijrah ke Madinah bersama dengan Rasulullah sekaligus para kaum Muslim yang lainnya. Sang suami merupakan sosok yang termasuk dalam jajaran sahabat Nabi yang aktif terlibat didalam peperangan yang dilakukan untuk menegakkan agama Allah.
Ummu Salamah sendiri merupakan sosok seorang istri yang bisa dibilang sebagai perempuan yang sangat patuh dan sangatlah mencintai suaminya. Ada suatu kisah, sekali waktu beliau berkata pada sang suami, “Aku pernah mendengar, seorang istri yang telah ditinggal mati suaminya akan mendapatkan balasan berupa surga. Dan bila ia tidak menikah lagi (setelah wafat suaminya), maka Allah akan mengumpulkan di surga pada keduanya . Maka dari itu aku berjanji tak akan menikah lagi setelah engkau wafat”
Setelah mendengar ucapan dari istrinya tersebut, lantas Abu Salamah berkata dengan nada tegas yang tidak setuju, “Apakah engkau akan mematuhiku?” lalu jawab Ummu Salamah “tentu” “Jika aku telah berpulang , menikahlah lagi ” pinta sang suami. Abu Salamah pun senatiasa berdoa untuk istrinya, “Ya Allah, berikankah Ummu Salamah sepeninggalku seorang suami yang lebih baik dari diriku, yang merupakan laki – laki yang tidak akan membuatnya sedih dan merupakan sosok yang tidak akan menyakitinya.”
Setelah suaminya berpulang, lantas Ummu Salamah berkata, Laki-laki yang lebih baik dari Abu Salamah siapa ?” Kemudian dengan waktu yang tidak lama, seketika itu Rasulullah saw berdiri didepan pintu dan mengucapkan pinangannya kepada keponakan serta anak dari Ummu Salamah. Menanggapi hal tersebut, lantas Ummu Salamah mengatakan, “Aku akan datang kepada Rasulullah sendiri, sekaligus bersama keluargaku.” pada keesokan harinya Rasulullah segera melamarnya.
Dalam satu riwayat juga telah dijelaskan, bahwasannya setelah suaminya berpulang kepada Allah, Ummu Salamah berkunjung ke Rasulullah. Ummu Salamah kemudian diperintahkan supaya berdoa yang baik-baik bagi suaminya, karena ucapannya akan diberi persetujuan oleh malaikat. Ummu Salamah kemudian lantas berdoa sesuai yang telah diarahkan Rasulullah, “Ya Allah, berikanlah ampunan bagiku dan dia (Abu Salamah) dan berilah aku atas kematiannya tersebut dengan ganti seseorang laki – laki yang lebih baik darinya.”
Dan pada akhirnya doa tersebut kemudian ywlah dikabulkan oleh Allah swt. Dan Beliau memperoleh pengganti laki – laki.yang lebih baik daripada sang suami, yakni Rasulullah saw.
Pada awal mulanya Ummu Salamah merasa tidak menyangka disaat menerima lamaran dari Rasulullah. Di antaranya yang menjadi pemicu rasa mindernya ialah, mengingat status dirinya yang telah menjadi janda sekaligus telah mempunyai beberapa anak serta usianya sudah tidak dapat dibilang mudah lagi. Akan tetapi , semua ini tidak dijadikan pertimbangan oleh Rasulullah. Bahkan setelah menyampaikan mengenai usianya yang sudah tidak muda lagi, Rasulullah lantas menjawab, “umurku jauh lebih tua dari umurmu”
Hikmah Pernikahan dengan Nabi
Pernikahan Ummu Salamah radhiallahu ‘anha dengan Nabi adalah kemuliaan terhadap Ummu Salamah. Setelah suaminya berpulang atau wafat, tak ada pasangan yang dapat melindungi serta menjaganya. Sementara beliau merupakan wanita yang telah banyak berkorban demi memperjuangkan agamanya dan menyambut dakwah yang penuh dengan keberkahan ini. Beliau juga memiliki empat orang anak yatim. Dengan hadirnya Rasulullah sebagai suami serta seseorang yang menanggung dirinya sekaligus anak-anaknya.
Disamping sebagai balasan untuk Ummu Salamah serta suaminya karena telah secara ikhlas turut berjuang didalam menegakkan agama Islam pada masa-masa awal (sekaligus untuk menghibur sesusah suaminya wafat), ada beberapa alasan mengapa Rasulullah memutuskan untuk memperistri perempuan yang berasal dari Bani Makhzum itu.
Diketahui, Ummu Salamah merupakan wanita yang berasal dari Bani Makzum. Kabilah ini tidak menyukai Rasulullah, sementara kabilah tersebut telah mempunyai kedudukan mulia di tengah-tengah mereka para kaum Quraisy. Dengan memutuskan untuk menikahi putri dari kalangan mereka, maka hal tersebut merupakan salah satu bukti yang menunjukkan bahwa Rasulullah tidak pernah mempunyai niat sekecil apapun itu untuk memusuhi mereka, sehingga hubungan kabilah tersebut dengan sang nabi berangsur membaik. Disamping hal tersebut, dengan dijadikannya istri oleh Rasulullah, Ummu Salamah telah berjasa besar dalam periwayatan suatu hadits.
Beliau terhitung telah meriwayatkan sebanyak 388 hadits dari dirinya. Terdapat Tiga belas diantaranya yang telah disepakati oleh Imam Bukhari dam Muslim, lalu tiga hadits tersendiri telah diriwayatkan oleh Imam Bukhari, serta tiga belas hadits diriwayatkan oleh Imam Muslim sendiri. Dengan adanya hal tersebut, maka beliau turut andil didalam memperjuangkan untuk menyebarkan ilmu pengetahuan.
Wafat
Ummu Salamah merupakan istri Nabi paling terakhir yang meninggal dunia. Beliau diberkahi umur panjang dan secara jelas melihat dengan mata kepalanya sendiri mengenai pembunuhan Hussein bin Ali, sehingga beliau pada saat itu pingsan karena tidak menyangka sekaligus sangat merasakan kesedihan yang mendalam
Tidak lama dari peristiwa tersebut, yaitu tepatnya Dzulqa’dah tahun 59 Hijriyah, Ummu Salamah berpulang kepada Allah SWT di Madinah di usianya yang 84 tahun. Ada beberapa sumber yang mengatakan Beliau wafat pada usia yang ke 81 tahun dan ada juga beberapa sumber yang mengatakan beliau wafat pada usia 61 tahun. Beliau dishalatkan di Baqi dan salah satu orang yang ikut mensholatinya yaitu Abu Hurairah.
Beberapa hadis ynbg telah diriwayatkan oleh beliau merupakan hadis dari Rasulullah SAW, dari Abu Salamah, serta dari Fatimah Az-Zahra, jumlah semuanya sekitar 387 an hadits. Ada beberap hadits yang telah ditakhrij sekaligus telah tertulis dalam Shahih Bukhari-Muslim yang jumlahnya ada 29 hadits; sekitar 13 hadits merupakan muttafaq ‘alaihi, serta 3 hadits yang lainnya telah diriwayatkan oleh Bukhari, serta 13 yang lainnya telah diriwayatkan oleh Muslim.
Beberapa orang juga telah ikut serta unutk meriwayatkan hadits dari Ummu Salamah, diantaranya yakni : Umar dan Zainab, Nabhan, Amir bin Abu Umayyah, Mus’ab bin Abdullah bin Abu Umayyah, serta beberapa budaknya yang telah dibebaskan sekaligus yang lainnya.
Bandung , 19 Desember 2023
Penulis adalah Ketua Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Samiyah Amal Insani , Panti Asuhan di Bandung




